Tips Kesehatan

Efek Samping Konsumsi Paracetamol, Benarkah Merusak Hati dan Gagal Ginjal

Paracetamol adalah obat yang tergolong dalam kategori obat bebas yang umum digunakan sebagai penurun demam dan pereda nyeri (analgesik dan antipiretik

Editor: Ponge Aldi
GETTY IMAGES
EFEK SAMPING PARACETAMOL - Ilustrasi Paracetamol. Efek Samping Konsumsi Paracetamol, Benarkah Merusak Hati dan Gagal Ginjal 

TRIBUNGORONTALO.CO - Benarkah konsumsi paracetamol berlebihan bisa menyababkan kerusakan hati dan gagal ginjal?

Diketahui, Paracetamol adalah obat yang tergolong dalam kategori obat bebas yang umum digunakan sebagai penurun demam dan pereda nyeri (analgesik dan antipiretik).

Obat ini dapat dikonsumsi oleh semua usia, termasuk anak-anak, orang dewasa, serta ibu hamil dan menyusui.

Namun, perlu diingat bahwa meskipun paracetamol aman digunakan, semua obat dapat berpotensi menjadi racun jika dikonsumsi dalam dosis yang berlebihan.

Sebelumnya, viral unggahan video yang menyebutkan efek samping konsumsi paracetamol.

Dalam video yang dibagikan oleh akun TiKTok @imel**** pada Kamis (3/4/2025), pengunggah mengatakan, paracetamol bisa menyebabkan kerusakan hati.

"Kalian tahu nggak sih bahwa parasetamol ini obat bebas atau gampang dibeli tanpa resep, tapi penggunaan dari parasetamol bisa menyebabkan hepatotoksik atau penyakit pada liver," kata pengunggah.

Menurutnya, kerusakan hati ini dapat disebabkan dari penggunaan paracetamol yang berlebihan, lantaran ketidakmampuan hati dalam memprosesnya.

Pemilik akun juga mengatakan, efek dari paracetamol dapat menyebabkan gagal ginjal.

Apakah Paracetamol Dapat Menyebabkan Kerusakan Hati?

Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Zullies Ikawati, menjelaskan bahwa konsumsi paracetamol dalam dosis yang tidak tepat memang dapat menimbulkan efek samping, termasuk kerusakan hati.

"Iya benar, konsumsi paracetamol bisa menyebabkan efek samping, termasuk kerusakan hati dan gagal ginjal jika dalam dosis berlebih," ujarnya.

Zullies menjelaskan bahwa overdosis paracetamol bisa terjadi baik akibat penggunaan yang akut maupun penggunaan berulang.

Overdosis akut dapat terjadi jika seseorang mengonsumsi paracetamol dalam dosis besar dalam waktu 8 jam atau kurang.

Toksisitas pada hati, atau hepatotoksisitas, dapat muncul pada dosis antara 7,5 hingga 10 gram dalam waktu tersebut.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved