TribunHIS
Nenek Usia 79 Tahun di Gorontalo Jualan Lampu Botol Tumbilotohe, Setia Menunggu Pembeli
Tersusun rapi puluhan botol kaca yang dirakit jadi lampu kecil di atas meja tersebut. Botol-botol kaca kosong, siap diisi minyak tanah dan dinyalakan.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KISAH-PEDAGANG-LAMPU-BOTOL-Kisah-Haru-Seorang-Nenek-Berusia-79-Tahun-Jualan-Lampu-Botol-di.jpg)
Lokasi jualannya mudah ditemukan. Jika datang dari perempatan Lapangan Taruna Remaja, cukup berjalan ke arah Kampung Bugis.
Lapaknya terletak tepat di dekat jembatan berwarna kuning hijau. Dari arah barat, lapaknya ada di sebelah kanan, sementara dari arah timur berada di sebelah kiri.
Di balik meja kayu lusuhnya, nenek Sonya tetap bertahan, menjadi penerang dalam hidupnya yang penuh kesunyian.
Ia mungkin hanya seorang penjual lampu botol di tepi jalan, tetapi cahaya dari hatinya jauh lebih besar.
Ia adalah sosok yang menghidupkan harapan bagi keluarganya, terutama bagi cucu-cucunya yang kini hanya memiliki dia sebagai sandaran terakhir. (*)