Korupsi Proyek Revitalisasi Kota Tua
Revitalisasi Gagal! Proyek Rp 29 Miliar di Kota Tua Gorontalo Tinggalkan Lubang dan Masalah
Warga Kota Gorontalo kini berharap agar proyek revitalisasi ini segera dirampungkan agar fasilitas publik yang semestinya nyaman dan aman dapat benar-
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/POTRET-DRAINASE-Potret-Drainase-di-Kawasan-Kota-Tua-Kota-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Kota Gorontalo - Kondisi drainase di kawasan Kota Tua Gorontalo semakin mengkhawatirkan.
Lubang-lubang menganga di trotoar, beberapa hanya ditutupi papan seadanya, membuat warga sering terperosok dan mengalami kecelakaan.
Pantauan TribunGorontalo.com, trotoar di kawasan ini tampak usang dan tak terawat.
Warna hitam pekat menyelimuti permukaannya, menjadi saksi bisu dari kurangnya perhatian pemerintah terhadap fasilitas publik.
Beberapa bagian bahkan berlubang lebar, membahayakan pejalan kaki, terlebih bagi mereka yang tidak familiar dengan lingkungan tersebut.
Baca juga: Lanjutan Proyek Kanal Tanggidaa Gorontalo Terkendala, Pelaksanaan Kemungkinan Molor ke 2026
Ironisnya, kawasan ini kini dijadikan sebagai Pasar Ramadan atau Pasar Senggol.
Pedagang menjajakan berbagai barang mulai dari kuliner hingga fashion, menarik banyak warga untuk berbelanja.
Sayangnya, ancaman keselamatan justru menghantui mereka yang berjalan di atas trotoar rusak ini.
Seorang warga setempat, Hendra (45), yang kerap melintasi kawasan Kota Tua, mengaku resah dengan kondisi trotoar yang berbahaya ini.
"Sudah ada beberapa orang yang jatuh, termasuk turis dan peserta lomba lari beberapa waktu lalu. Sampai sekarang belum ada perbaikan dari pemerintah. Mereka hanya menutup lubang dengan papan, tapi kan itu tidak aman," keluhnya kepada TribunGorontalo.com, Rabu (19/3/2025).
Hal senada disampaikan oleh Murni (38), seorang ibu rumah tangga yang nyaris terperosok akibat trotoar yang berlubang.
"Saya sering lewat sini kalau antar anak ke sekolah. Harus ekstra hati-hati karena trotoarnya bolong-bolong. Kadang saya lihat orang tua dan anak-anak hampir jatuh karena mereka tidak tahu kalau ada lubang di trotoar," ungkapnya.
Baca juga: BPJS Gorontalo Siapkan Layanan Kesehatan Selama Libur Lebaran dan Cuti Bersama 2025
Buruknya kondisi trotoar ini tak lepas dari proyek revitalisasi kawasan Kota Tua Gorontalo yang mandek sejak 2022.
Proyek yang didanai oleh Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) senilai Rp 29 miliar ini seharusnya rampung pada September 2022, namun hingga kini pengerjaannya tidak kunjung tuntas.
Kondisi semakin pelik ketika Kejaksaan Negeri Kota Gorontalo menetapkan Direktur PT Rezki Aflah Jaya Abadi (RAJA), Abimanyu Aulia Akbar, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek revitalisasi ini.