Tribun HIS
Demi Ekonomi, Subur Haironi Jauh-jauh dari Jember ke Gorontalo Jualan Bakso Pangsit
Karena ekonomi di kampung kurang sehingga saya merantau ke Gorontalo," ungkap Subur saat ditemui Tribun Gorontalo disela-sela menjual, Rabu (26/2/202
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PENJUAL-PANGSIT-Kisah-mas-Subur-Haironi-52-dari-Jember-Jawa-Timur-merantau-ke-Gorontalo.jpg)
Subur mengaku kadang ia sering rindu dengan anak dan istri di rumah, namun merantau terpaksa ia lakukan demi keluarga.
"Yang pastinya sangat rindu pak, tapi apa boleh buat, kita harus mencari uang demi ekonomi membaik," tambahnya.
Bakso pangsit miliknya dipatok dengan harga mulai dari Rp12 ribu, Rp17 ribu, Rp19 ribu hingga Rp24 ribu.
Subur saat ini hanya menjual di satu titik saja, menunggu pembeli dengan sabar dan penuh harap agar dagangannya laku.
Dagangan itu sebetulnya bukan miliknya tapi milik kakaknya yang sudah tinggal di Gorontalo lebih dulu darinya.
Terlihat di pelupuk mata Subur nampak ada kerinduan yang ia simpan dalam-dalam, sesekali ia memperlihatkan senyum yang tak tau makna di dalamnya.
Seakan mengisyaratkan kerinduan yang sangat mendalam, atau telah melalui banyak perjuangan keras.
Subur melayani pembeli dengan nada yang lembut sembari tersenyum serta bersenda gurau dengan mereka.
Tak banyak yang ia ceritakan tapi setiap kalimat yang keluar dari mulutnya selalu memberi tanda tanya besar.(*)
Tribun HIS
Gorontalo
Subur Haironi
Jember
Penjual Bakso Pangsit
Kecamatan Arso
Cuaca Kota Gorontalo
BMKG
Cuaca kabupaten bone bolango
| Mengenal Nurlia Herman, Mahasiswi Gorontalo Aktif Pengembangan Diri Hingga Terus Berprestasi |
|
|---|
| 30 Tahun Arungi Laut Tomini, Nelayan Leato Selatan Curhat Tak Mampu Kuliahkan Anak Perempuan |
|
|---|
| Cerita Romi Bakir Jadi Tenaga Honorer Gorontalo Selama 20 Tahun, Kini Lulus Jadi PPP3 |
|
|---|
| Lolos jadi Anggota Polri, Pemuda Gorontalo Ini Awalnya Kuli Bangunan dan jadi Ojol |
|
|---|
| Alwi Arridha Buchari Kasim Cerita Habiskan Satu Semester Magang di Taiwan |
|
|---|