Kamis, 12 Maret 2026

Tribun HIS

Demi Ekonomi, Subur Haironi Jauh-jauh dari Jember ke Gorontalo Jualan Bakso Pangsit 

Karena ekonomi di kampung kurang sehingga saya merantau ke Gorontalo," ungkap Subur saat ditemui Tribun Gorontalo disela-sela menjual, Rabu (26/2/202

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Demi Ekonomi, Subur Haironi Jauh-jauh dari Jember ke Gorontalo Jualan Bakso Pangsit 
FOTO: Jefri Potabuga, TribunGorontalo.com.
PENJUAL PANGSIT--Kisah mas Subur Haironi (52) dari Jember, Jawa Timur merantau ke Gorontalo untuk jualan bakso pangsit.Subur menjelaskan dirinya memberanikan diri merantau ke Gorontalo dikarenakan kebutuhan ekonomi.Mas Subur datang ke Gorontalo pada tahun 2018 hingga sampai dengan saat ini dan menetap di Jalan Manggis, Kota Gorontalo dan berjualan di depan SMKN 1 Kota Gorontalo. 

Subur mengaku kadang ia sering rindu dengan anak dan istri di rumah, namun merantau terpaksa ia lakukan demi keluarga.

"Yang pastinya sangat rindu pak, tapi apa boleh buat, kita harus mencari uang demi ekonomi membaik," tambahnya.

Bakso pangsit miliknya dipatok dengan harga mulai dari Rp12 ribu, Rp17 ribu, Rp19 ribu hingga Rp24 ribu.

Subur saat ini hanya menjual di satu titik saja, menunggu pembeli dengan sabar dan penuh harap agar dagangannya laku.

Dagangan itu sebetulnya bukan miliknya tapi milik kakaknya yang sudah tinggal di Gorontalo lebih dulu darinya.

Terlihat di pelupuk mata Subur nampak ada kerinduan yang ia simpan dalam-dalam, sesekali ia memperlihatkan senyum yang tak tau makna di dalamnya.

Seakan mengisyaratkan kerinduan yang sangat mendalam, atau telah melalui banyak perjuangan keras.

Subur melayani pembeli dengan nada yang lembut sembari tersenyum serta bersenda gurau dengan mereka.

Tak banyak yang ia ceritakan tapi setiap kalimat yang keluar dari mulutnya selalu memberi tanda tanya besar.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved