Sabtu, 7 Maret 2026

Tribun HIS

Demi Ekonomi, Subur Haironi Jauh-jauh dari Jember ke Gorontalo Jualan Bakso Pangsit 

Karena ekonomi di kampung kurang sehingga saya merantau ke Gorontalo," ungkap Subur saat ditemui Tribun Gorontalo disela-sela menjual, Rabu (26/2/202

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Demi Ekonomi, Subur Haironi Jauh-jauh dari Jember ke Gorontalo Jualan Bakso Pangsit 
FOTO: Jefri Potabuga, TribunGorontalo.com.
PENJUAL PANGSIT--Kisah mas Subur Haironi (52) dari Jember, Jawa Timur merantau ke Gorontalo untuk jualan bakso pangsit.Subur menjelaskan dirinya memberanikan diri merantau ke Gorontalo dikarenakan kebutuhan ekonomi.Mas Subur datang ke Gorontalo pada tahun 2018 hingga sampai dengan saat ini dan menetap di Jalan Manggis, Kota Gorontalo dan berjualan di depan SMKN 1 Kota Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Kisah Subur Haironi (52), pria dari Jember, Jawa Timur, merantau ke Gorontalo untuk jualan bakso pangsit.

Subur menjelaskan dirinya memberanikan diri merantau ke Gorontalo dikarenakan kebutuhan ekonomi.

"Karena ekonomi di kampung kurang sehingga saya merantau ke Gorontalo," ungkap Subur saat ditemui Tribun Gorontalo disela-sela menjual, Rabu (26/2/2025).

Subur datang ke Gorontalo pada tahun 2018 hingga sampai dengan 2025.

Ia kini tinggal di Jalan Manggis, Kota Gorontalo. Setiap hari ia berjualan bakso pangsit di depan SMPN 1 Kota Gorontalo.

Ia mengatakan sebelum ke Gorontalo, Subur pernah menginjakkan kakinya di Papua untuk berjualan bakso pangsit sekitar tahun 2010.

"Saya sebelumnya pernah ke wilayah Kecamatan Arso, Papua tahun 2010 sampai 2017," ungkapnya.

Setelah itu, ia kembali ke Jawa. Namun tak sampai satu tahun, ia kemudian datang ke Gorontalo.

"Dari Jawa belum satu tahun langsung ke Gorontalo sini," ujarnya.

Menurut Subur Gorontalo merupakan daerah yang aman dan masyarakatnya ramah.

"Di Gorontalo saya melihat cukup aman, apalagi kalau keluar rumah hingga larut malam," jelasnya.

Sejauh ini penjualan bakso pangsit masih stabil bahkan makanan ini sangat diminati oleh masyarakat lokal.

"Memang bakso pangsit ini saya melihat jadi kesukaan masyarkat setempat, dan penjualannya masih stabil," bebernya.

Subur berangkat dari rumahnya sekiranya pukul 11.00 Wita sampai dagangannya habis.

Tapi biasanya di bulan Ramadan ia akan menjual pada sore hari sekiranya pukul 15.00 wita.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved