Berita Internasional

Microsoft Siap Akuisisi TikTok, Trump Harap Terjadi "Perang Penawaran"

Ia menyatakan harapannya bahwa proses penjualan aplikasi media sosial populer itu akan memicu "perang penawaran" yang menarik.

Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
(Nikkei montage/Source photos by Reuters and Getty Images)
Microsoft diisukan sedang berusaha untuk mengakuisisi TikTok di Amerika. 

Trump juga menambahkan, “Kami ingin menyelamatkan semua suara dan pekerjaan itu, dan China tidak akan terlibat, kami tidak ingin China terlibat, tapi kita lihat nanti apa yang terjadi.”

Nama-nama besar yang sebelumnya dikaitkan dengan pembelian TikTok termasuk miliarder Frank McCourt dan pebisnis asal Kanada, Kevin O'Leary, yang juga merupakan investor selebriti dalam acara Shark Tank, versi AS dari Dragon's Den.

Bahkan, Jimmy Donaldson, YouTuber terbesar di dunia yang dikenal dengan nama MrBeast, mengklaim bahwa ia sedang dalam pertimbangan untuk membeli TikTok.

Hal ini setelah sejumlah investor menghubunginya setelah ia memposting tweet yang menunjukkan ketertarikannya.

Perang penawaran ini semakin menarik, mengingat betapa besar pengaruh TikTok di kalangan pengguna internet di seluruh dunia.

Minat Perplexity AI

Perplexity AI, sebuah startup kecerdasan buatan asal San Francisco, mengajukan proposal baru kepada ByteDance, induk perusahaan TikTok,.

Isi proposal ini memungkinkan pemerintah Amerika Serikat memiliki hingga 50 persen saham dalam entitas baru yang menggabungkan TikTok di AS dengan bisnis Perplexity.

Proposal ini, diajukan pekan lalu, merupakan revisi dari rencana sebelumnya yang diajukan pada 18 Januari, sehari sebelum undang-undang yang melarang TikTok mulai berlaku.

Dalam proposal awal, Perplexity berencana membentuk struktur baru yang melibatkan investasi dari pihak lain, namun ByteDance belum memberikan tanggapan.

Dalam revisi terbaru, pemerintah AS akan mendapatkan kepemilikan hingga setengah dari entitas baru tersebut setelah melakukan penawaran umum perdana (IPO) senilai minimal $300 miliar.

Meski demikian, saham pemerintah tidak akan memiliki hak suara atau kursi di dewan direksi.

Menurut dokumen yang dilihat oleh Associated Press, ByteDance tidak harus sepenuhnya memutus hubungan dengan TikTok.

Namun, mereka harus menyetujui "kendali penuh oleh dewan direksi AS." ByteDance akan menyumbangkan bisnis TikTok di AS, tetapi tanpa menyertakan algoritma utama yang mengatur konten di aplikasi.

Sebagai gantinya, investor ByteDance saat ini akan menerima ekuitas di entitas baru tersebut.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved