Berita Internasional
Sosok Kush Desai, Eks Jurnalis yang Ditunjuk Donald Trump jadi Wakil Sekretaris Pers Gedung Putih
Kush Desai sebelumnya menjabat sebagai Wakil Direktur Komunikasi untuk Konvensi Nasional Partai Republik 2024 dan Direktur Komunikasi
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kush-Desai-kiri-mantan-jurnalis-dan-warga-India-Amerika.jpg)
Usai dilantik menjadi presiden Amerika Serikat, Donald Trump membuat gebrakan baru.
Dia secara tegas menghentikan program keberagaman dan menetapkan Amerika Serikat hanya mengakui dua jenis kelamin.
Dilansir dari Kompas.com, selain itu, Trump juga akan menghentikan program kesetaraan dan inklusi di negara yang dipimpinnya.
Kabar itu diungkap oleh seorang pejabat Gedung Putih pada Senin (20/1/2025), sebagaimana dilansir Reuters.
Menurut pejabat tersebut, Trump juga akan menetapkan bahwa pemerintah federal Amerika Serikat hanya akan mengakui dua jenis kelamin, yaitu laki-laki dan perempuan.
Pejabat Gedung Putih itu menambahkan, lebih banyak tindakan terkait program keberagamaan, kesetaraan, dan inklusi diharapkan segera dilakukan.
Tetapi, ia tidak memberikan rincian lain tentang langkah-langkah yang direncanakan atau kapan akan diumumkan.
"Sebagai bagian dari perintah eksekutif, dana federal tidak akan digunakan untuk mempromosikan 'ideologi gender'," kata pejabat tersebut.
Ideologi gender merujuk pada istilah yang sering digunakan untuk merujuk pada ideologi apa pun yang mempromosikan pandangan non-tradisional tentang seks dan gender.
"Pendanaan AS juga tidak akan digunakan untuk prosedur medis transisi," kata pejabat tersebut.
Tidak segera jelas apa arti perintah eksekutif tersebut bagi militer AS.
Namun, pada masa jabatan pertamanya, Trump pernah mengumumkan bahwa ia akan melarang tentara transgender untuk bertugas di militer, dan pemerintahannya membekukan perekrutan personel transgender. (*)
| Perang Iran dan Amerika Memukul Industri Pariwisata, Dampaknya Rp9,4 Triliun per Hari Hangus |
|
|---|
| Trump Salah Perhitungan, Tak Menduga Perlawanan Iran hingga Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia |
|
|---|
| Pentagon Geser Pertahanan Rudal dari Korea Selatan ke Timur Tengah, Ada Apa? |
|
|---|
| Total 140 Tentara Amerika Terluka Sejak Perang dengan Iran Dimulai, Meninggal 7 Orang |
|
|---|
| Mojtaba Khamenei jadi Pemimpin Baru Iran, Amerika Emosi Sebut tak Bakal "Hidup" Lama |
|
|---|