Jumat, 13 Maret 2026

Berita Internasional

Sosok Kush Desai, Eks Jurnalis yang Ditunjuk Donald Trump jadi Wakil Sekretaris Pers Gedung Putih

Kush Desai sebelumnya menjabat sebagai Wakil Direktur Komunikasi untuk Konvensi Nasional Partai Republik 2024 dan Direktur Komunikasi

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Sosok Kush Desai, Eks Jurnalis yang Ditunjuk Donald Trump jadi Wakil Sekretaris Pers Gedung Putih
X.com
Kush Desai (kiri), mantan jurnalis dan warga India-Amerika, memiliki pengalaman luas dalam komunikasi politik. (Foto: X/@K_SDesai) 

Usai dilantik menjadi presiden Amerika Serikat, Donald Trump membuat gebrakan baru.

Dia secara tegas menghentikan program keberagaman dan menetapkan Amerika Serikat hanya mengakui dua jenis kelamin.

Dilansir dari Kompas.com, selain itu, Trump juga akan menghentikan program kesetaraan dan inklusi di negara yang dipimpinnya.

Kabar itu diungkap oleh seorang pejabat Gedung Putih pada Senin (20/1/2025), sebagaimana dilansir Reuters. 

Menurut pejabat tersebut, Trump juga akan menetapkan bahwa pemerintah federal Amerika Serikat hanya akan mengakui dua jenis kelamin, yaitu laki-laki dan perempuan. 

Pejabat Gedung Putih itu menambahkan, lebih banyak tindakan terkait program keberagamaan, kesetaraan, dan inklusi diharapkan segera dilakukan. 

Tetapi, ia tidak memberikan rincian lain tentang langkah-langkah yang direncanakan atau kapan akan diumumkan. 

"Sebagai bagian dari perintah eksekutif, dana federal tidak akan digunakan untuk mempromosikan 'ideologi gender'," kata pejabat tersebut. 

Ideologi gender merujuk pada istilah yang sering digunakan untuk merujuk pada ideologi apa pun yang mempromosikan pandangan non-tradisional tentang seks dan gender. 

"Pendanaan AS juga tidak akan digunakan untuk prosedur medis transisi," kata pejabat tersebut. 

Tidak segera jelas apa arti perintah eksekutif tersebut bagi militer AS. 

Namun, pada masa jabatan pertamanya, Trump pernah mengumumkan bahwa ia akan melarang tentara transgender untuk bertugas di militer, dan pemerintahannya membekukan perekrutan personel transgender. (*)

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved