Senin, 16 Maret 2026

Berita Internasional

Sosok Kush Desai, Eks Jurnalis yang Ditunjuk Donald Trump jadi Wakil Sekretaris Pers Gedung Putih

Kush Desai sebelumnya menjabat sebagai Wakil Direktur Komunikasi untuk Konvensi Nasional Partai Republik 2024 dan Direktur Komunikasi

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Sosok Kush Desai, Eks Jurnalis yang Ditunjuk Donald Trump jadi Wakil Sekretaris Pers Gedung Putih
X.com
Kush Desai (kiri), mantan jurnalis dan warga India-Amerika, memiliki pengalaman luas dalam komunikasi politik. (Foto: X/@K_SDesai) 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Presiden AS, Donald Trump, menunjuk Kush Desai, mantan jurnalis keturunan India-Amerika, sebagai Wakil Sekretaris Pers Gedung Putih.

Siapa Itu Kush Desai?

Kush Desai sebelumnya menjabat sebagai Wakil Direktur Komunikasi untuk Konvensi Nasional Partai Republik 2024 dan Direktur Komunikasi untuk Partai Republik Iowa.

Desai juga pernah menjabat sebagai Direktur Komunikasi untuk Negara-negara Medan Perang dan Negara Bagian Pennsylvania di Komite Nasional Partai Republik.

Dalam perannya ini, Desai bertanggung jawab untuk merumuskan pesan dan membangun narasi.

Terutama ia bertugas di negara bagian yang menjadi medan pertempuran, dengan fokus pada Pennsylvania.

Desai memiliki pengalaman luas dalam komunikasi politik.

Sebelum bergabung dengan Komite Nasional Partai Republik sebagai Analis Peneliti, Desai bekerja sebagai reporter di The Daily Caller di Washington selama 10 bulan, menurut profil LinkedIn-nya.

Ia meraih gelar Bachelor of Arts dari Dartmouth College, sebuah universitas riset Ivy League di Hanover, New Hampshire.

Dalam perjalanan akademisnya, Desai menerima James O. Freedman Presidential Research Scholarship.

Ini sebuah program yang memungkinkan mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman riset dengan bekerja bersama fakultas Dartmouth.

Selain itu, Desai juga fasih berbahasa Inggris dan Gujarati, menunjukkan kemampuannya dalam berkomunikasi lintas budaya.

Kantor Komunikasi Gedung Putih akan berada di bawah pengawasan Wakil Kepala Staf Gedung Putih dan Sekretaris Kabinet, Taylor Budowich.

Sebelumnya, Trump juga mengumumkan penunjukan Steven Cheung sebagai Asisten Presiden dan Direktur Komunikasi Gedung Putih, serta Karoline Leavitt sebagai Asisten Presiden dan Sekretaris Pers.

Amerika Hanya Akui 2 Jenis Kelamin

Usai dilantik menjadi presiden Amerika Serikat, Donald Trump membuat gebrakan baru.

Dia secara tegas menghentikan program keberagaman dan menetapkan Amerika Serikat hanya mengakui dua jenis kelamin.

Dilansir dari Kompas.com, selain itu, Trump juga akan menghentikan program kesetaraan dan inklusi di negara yang dipimpinnya.

Kabar itu diungkap oleh seorang pejabat Gedung Putih pada Senin (20/1/2025), sebagaimana dilansir Reuters. 

Menurut pejabat tersebut, Trump juga akan menetapkan bahwa pemerintah federal Amerika Serikat hanya akan mengakui dua jenis kelamin, yaitu laki-laki dan perempuan. 

Pejabat Gedung Putih itu menambahkan, lebih banyak tindakan terkait program keberagamaan, kesetaraan, dan inklusi diharapkan segera dilakukan. 

Tetapi, ia tidak memberikan rincian lain tentang langkah-langkah yang direncanakan atau kapan akan diumumkan. 

"Sebagai bagian dari perintah eksekutif, dana federal tidak akan digunakan untuk mempromosikan 'ideologi gender'," kata pejabat tersebut. 

Ideologi gender merujuk pada istilah yang sering digunakan untuk merujuk pada ideologi apa pun yang mempromosikan pandangan non-tradisional tentang seks dan gender. 

"Pendanaan AS juga tidak akan digunakan untuk prosedur medis transisi," kata pejabat tersebut. 

Tidak segera jelas apa arti perintah eksekutif tersebut bagi militer AS. 

Namun, pada masa jabatan pertamanya, Trump pernah mengumumkan bahwa ia akan melarang tentara transgender untuk bertugas di militer, dan pemerintahannya membekukan perekrutan personel transgender. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved