Sidang Kasus Kosmetik Ilegal
'Terdakwa Senyum Hakim Curiga' Nurhalisa Abdullah Terlalu Santuy di Sidang Kosmetik Ilegal Gorontalo
Nurhalisa Abdullah menampakkan wajah sumringah saat sidang kosmetik ilegal di Pengadilan Negeri Gorontalo, Rabu (22/1/2025).
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Nurhalisa-Abdullah-menjalani-sidang-kasus-kosmetik-ilegal.jpg)
Jika kosmetik racikan dijual, maka melanggar peraturan karena kosmetik yang diedarkan harus memiliki izin edar atau notifikasi dari BPOM.
Baca juga: Kasus Korupsi Jl Nani Wartabone: Marten Taha dan Ajudan Beda Keterangan soal Biaya Perjalanan Dinas
Kosmetik Jualan Elis Memakan Korban
Diketahui, Nurhalisa Abdullah sempat viral karena produk skincare miliknya memakan korban.
Produk “Handbody Markalak” itu dikeluhkan sejumlah pelanggan yang mengalami efek samping seperti gatal-gatal dan sensasi kulit terbakar.
Jaksa Kejati Gorontalo, Samba Sadikin, mengatakan kasus 'Handbody Markalak' ini telah lama ditangani oleh Penyidik BPOM Gorontalo.
Saat ini telah dilakukan penyerahan dan penahanan terhadap tersangka.
"Bahwa benar hari ini telah dilakukan penyerahan tersangka dan barang bukti atau tahap dua ke Kejari Kota Gorontalo," ungkapnya.
Samba menyebut tersangka diduga melanggar Undang-Undang Kesehatan dan Perlindungan Konsumen.
"Olehnya tersangka atas nama Elis atau owner Ebudo kita lakukan penahanan selama 20 hari ke depan di lapas perempuan," terangnya.
Elis selanjutnya akan dialihkan ke Pengadilan Negeri Gorontalo untuk proses hukum.
Elis terancam Pasal 435 Undang-Undang Kesehatan dengan ancaman pidana paling lama 12 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar.
Elis juga dituntut pasal 62 ayat 1 Undang-Undang perlindungan konsumen dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp2 miliar. (*)