Sabtu, 7 Maret 2026

Berita Viral

Gara-Gara Tidak Menulis, Siswa SMP Di Sulsel Dianiaya Guru hingga Kepala dan Mulutnya Berdarah

Hal ini dianulir sebagai tindakan dari guru untuk menegur siswanya yang tak menulis di saat jam pelajaran.

Tayang:
Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Gara-Gara Tidak Menulis, Siswa SMP Di Sulsel Dianiaya Guru hingga Kepala dan Mulutnya Berdarah
NET
Ilustrasi siswa SMP. 

Ketua Yayasan Abdi Sukma, Ahmad Parlindungan, menyatakan pihaknya tak pernah memberi perintah untuk menghukum siswa yang menunggak pembayaran SPP.

Selama ini, yayasan berusaha mencarikan dana bantuan untuk siswa kurang mampu seperti bantuan operasional sekolah (BOS).

Baca juga: Viral Selebgram Asal Aceh Joget Sambil Baca Al-Quran Diiringi Musik DJ, Berujung Minta Maaf

"Kami di sekolah itu memberikan prioritas bantuan enam bulan gratis dari Januari sampai Juni untuk uang sekolah."

"Juli sampai Desember itu baru bayar, uang sekolahnya kelas 4 sampai kelas 6 itu Rp 60.000," ucapnya.

Selain itu, ada bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) yang diterima 79 siswa termasuk MI yang dihukum duduk di lantai.

"(MI) dapat PIP di tahun 2022, 2023, dan 2024, nilainya itu Rp 450.000 per tahun," terangnya.

Sementara pihak guru dan orang tua masih bersitegang, belakangan muncul isu adanya rekayasa dalam video viral yang direkam Kamelia.

Isu tersebut dihembuskan sendiri oleh keluarga Kamelia.

Kepada awak media, kakak Kamelia bernama Yani membeberkan rekaman CCTV yang memperlihatkan suasana kelas.

Baca juga: Oknum Polisi Polres Prabumulih Viral Setelah Tendang Wajah Pengendara Usai Kecelakaan

Dalam rekaman CCTV tersebut tampak Mahesa awalnya duduk di kursi tengah bersama temannya.

Namun tiba-tiba Mahesa melihat ke arah pintu dan langsung berpindah duduk di lantai depan papan tulis di ruang kelas.

Kata Yani, yang menyuruh Mahesa duduk di lantai hingga videonya viral itu adalah Kamelia sendiri.

Dugaan tersebut diungkap Yani setelah melihat CCTV yang ternyata bertepatan dengan momen kedatangan Kamelia ke sekolah.

"Pada awalnya si Mahesa kan mau duduk di bangku. Mamanya manggil, itu di CCTV ada mamanya (Kamelia) manggil, disuruh anaknya duduk di situ (lantai). Anaknya lagi saat belajar itu duduk di bangku, tiba-tiba dipanggil mamanya disuruh duduk di bawah, langsung divideoin mamanya," ungkap Yani dilansir TribunnewsBogor.com dari youtube Tribun Medan, Selasa (14/1/2025).

Karenanya, Yani membantah menyebut guru Haryati tak bersalah dalam kasus tersebut.

Sebab yang ingin duduk di lantai itu adalah Mahesa, kata Yani.

Baca juga: Viral, Anggota DPRD Digerebek Warga saat Asik Mesum di Dalam Mobil Tanpa Busana dengan Istri Orang

"Guru enggak salah. Kakak Kamelia enggak salah. Memang anaknya yang mau duduk di sini (lantai)," ujar Yani.

Lantaran hal tersebut, Yani meminta kepada publik agar jangan menyalahkan guru Haryati ataupun pihak sekolah.

Diakui Yani, ia dan keluarga besarnya kini malu atas aksi Kamelia yang memviralkan video settingan tersebut.

"Hentikan semua aplikasi untuk menjelekkan sekolah. Kesalahan bukan dari guru, tapi memang adekku yang tidak tahu diri itu memang. Aku mohon ini atas nama keluarga, kami malu sama keluarga, tolong hentikan jangan lagi diperpanjang masalah ini, maafkan kami," kata Yani.

(*)

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com

Sumber: TribunJatim
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved