Berita Viral
Gara-Gara Tidak Menulis, Siswa SMP Di Sulsel Dianiaya Guru hingga Kepala dan Mulutnya Berdarah
Hal ini dianulir sebagai tindakan dari guru untuk menegur siswanya yang tak menulis di saat jam pelajaran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/sfgrtyjhaeh.jpg)
"Ini harus diperhatikan pihak sekolah ke depan. Jangan asal memukul apalagi kalau tidak tahu misalnya anak ini sedang sakit," ujarnya.
Sementara itu Kasat Reskrim Polres Parepare, Iptu Achmad Alfian Nurrochim mengakui adanya laporan dari orang tua siswa terkait tindak penganiayaan yang dilakukan oknum guru SMP Negeri 4 Parepare.
"Kami sudah menerima laporannya dan sementara diproses kasusnya. Kita akan melakukan pemeriksaan terhadap pelapor dan saksi-saksi yang terkait," jelasnya.
Baca juga: Viral, Sekolah Minta Siswa Bayar Rp 2,6 Juta Buat Makan Gratis Para Guru, Orang Tua Tak Terima
Sementara itu, kasus guru yang menghukum siswanya juga pernah terjadi di Medan, Sumatera Utara.
Pantas saja Guru Haryati tak merasa bersalah menghukum siswanya yang nunggak SPP untuk duduk dan belajar di lantai.
Guru bernama Haryati itu belakangan menjelaskan alasannya menyuruh siswa SD kelas 4 bernama Mahesa itu belajar di lantai selama jam pelajaran.
Diungkap Haryati, awalnya ia bertanya kepada Mahesa tentang orang tuanya yang menunggak SPP selama tiga bulan.
"(Guru bertanya ke Mahesa) 'mana orangtuamu, mana mamakmu nak?'. (Kata Mahesa) 'udah pulang'. Disuruh ambil rapotnya, kalau enggak diambil rapotnya, kamu enggak boleh belajar," kata Haryati dilansir dari tayangan metro tv news di Youtube, Selasa (14/1/2025), seperti dikutip TribunJatim.com via Tribun Bogor, Rabu (15/1/2025).
Usai mengetahui orang tua Mahesa belum jua datang ke sekolah untuk membayar SPP, Haryati akhirnya berinisiatif meminta muridnya itu untuk duduk di lantai.
Lagipula kata Haryati, muridnya itu nyaman-nyaman saja belajar di lantai.
Baca juga: Gara-Gara Tersinggung saat Upacara, Pemuda di Madura Viral Nekat Bakar Motor Guru Honorer
Ditegaskan Haryati, ia tidak pernah ada niatan untuk menzolimi muridnya sama sekali.
Bahkan Haryati mengaku sempat kasihan sehingga tak menyuruh muridnya itu pulang.
"Habis itu, gimana ya. Saya mau memulangkan anak di jam pelajaran kemudian dia masih kecil, jalan ke rumahnya pun jauh, saya berpikir nanti dia kecelakaan, saya juga yang disalahkan, sekolah juga disalahkan. Kemudian (jika) saya berdirikan, anak itu pingsan, jatuh, saya juga yang disalahkan. Dia (Mahesa) juga nyaman dia duduk di bawah sambil mendengarkan saya ngajar, itu tujuan saya. Enggak ada niat saya menzolimi anak," ungkap Haryati.
Lebih lanjut diungkap Haryati, siswa yang ia minta duduk di lantai bukan cuma Mahesa saja.
Ada dua murid lainnya yang juga selama dua hari duduk di lantai karena belum bayar SPP.