Senin, 9 Maret 2026

Berita Viral

Begini Motif Pasutri Punya 17 Ribu Member Gelar Pesta Seks dan Tukar Pasangan di Jakarta-Bali

Polisi mengungkap alasan pasangan suami istri (pasutri) menggelar kegiatan pesta seks dan pertukaran pasangan (swinger) inisial KS (39) dan IG (39).

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Minarti Mansombo

TRIBUNGORONTALO.COM-Polisi mengungkap alasan pasangan suami istri (pasutri) menggelar kegiatan pesta seks dan pertukaran pasangan (swinger) inisial KS (39) dan IG (39) di Jakarta dan Bali.

Direktur Reserse Siber Polda Metro Jaya Kombes Roberto Gomgom Manorang Pasaribu mengatakan, hal ini karena banyaknya wisatawan asing yang berada di dua daerah tersebut.

"Masalah bertukar pasangan, kenapa dipilih Jakarta dan Bali, karena untuk saat ini motif penyimpangan seksual paling banyak terjadi terutama di daerah turis pariwisata yang melibatkan WNA," kata Roberto, dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (10/1/2025).

Adapun keduanya merekam kegiatan itu, guna menampilkan potongan video demi daya tarik bagi para member dalam sebuah situs pesta seks dan pertukaran pasangan ini.

"Betul direkam, mereka (pasutri) juga yang lain (peserta pesta seks) sadar. Kenapa mereka hanya memberikan potongan-potongan? Jadi untuk memberikan daya tarik sehingga seluruh member bisa masuk untuk memenuhi ruang forum, jadi ini lengkap, ada ruang forum untuk chatnya, ada ruang forum untuk menyampaikan statusnya," ucapnya.

Baca juga: Jalan Bypass Gorontalo Utara Ambruk, Timbulkan Lubang Sedalam 1 Meter di Tengah Jalan

"Kemudian di beberapa bagian, mereka memotong video-video itu untuk ditampilkan sebagai penarik untuk menghidupkan suasana di tempat tersebut," sambung Roberto.

sdgafcdgascvgas
Jumpa pers terkait kasus pasangan suami istri (pasutri) berinisial IG (39) dan KS (39) yang menyelenggarakan pesta seks dan pertukaran pasangan.

17 Ribu Member

Polisi menyebut, sebanyak 17.732 anggota atau member yang tergabung di sebuah situs pesta seks dan tukar pasangan yang diinisiasi pasangan suami istri (pasutri) inisial KS (39) dan IG (39).

Kasus ini terungkap berawal saat patroli siber yang dilakukan jajaran Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya yang menemukan adanya sebuah situs SWXXX.COM.

Adapun kegiatan pesta seks dan bertukar pasangan ini sudah terjadi sebanyak 10 kali dengan rincian delapan kali di Bali dan dua kali di Jakarta.

"Terhadap situs ini, di dalamnya terdapat 17.732 member yang sudah ikut serta di dalam komunitas pesta seks ini," ujar Kasubdit IV Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya AKBP Herman, dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (10/1/2025).

"Namun yang dapat kami datakan adalah beberapa TKP yaitu di Bali dan Jakarta itu dilakukan di villa ataupun di hotel. Usia (anggota) semuanya adalah usia dewasa. Usia kategori dewasa," sambungnya.

Selama kurun waktu tersebut, keduanya merekam kegiatan ini untuk kemudian diunggahnya ke situs yang telah dibuat mereka, barulah para tersangka mendapat Adsense.

Baca juga: Awal Mula Munculnya Pagar Laut di Tangerang, 5 Truk Bawah Bambu dan Dibangun Tengah Malam

"Pasangan suami istri ini juga berperan sebagai administrator, pembuat website dan juga sebagai objek."

"Jadi kedua belah pihak ini sebagai objek, kemudian mengundang orang lain dan melakukan dalam bahasa seksual swinger ini semua dilakukan secara orang-orang dewasa semuanya," kata Direktur Reserse Siber Polda Metro Jaya Kombes Roberto Gomgom Manorang Pasaribu.

"Mengenai jumlah uang yang didapat ini masih sedang kami hitung, dikarenakan ada dua versi dari setiap klik yang masuk oleh setiap member itu juga mendapatkan uang termasuk dari beberapa advertising online kemudian juga dari jumlah streaming baik yang didapatkan dari menonton setiap konten yang sudah mereka rekam kemudian mereka sebar luaskan," lanjut dia.

Fantasi dan Ekonomi

Terungkap motif dari para tersangka berinisial IG (39) dan KS (39) yang merupakan pasangan suami istri (pasutri) terkait kasus pesta seks dan bertukar pasangan.

Menurut Direktur Reserse Siber Polda Metro Jaya Kombes Roberto Gomgom Manorang Pasaribu, motif pertama dari pelaku itu adalah fantasi hasrat seksual.

"Jadi dari salah satu pasangannya yang selalu berfantasi, tidak bisa untuk melakukan hubungan seksual layaknya seorang dewasa apabila tidak ada orang lain," kata Roberto dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (10/1/2025).

Motif selanjutnya adalah ekonomi.

Atas hal tersebut, keduanya mengomersialkan kegiatan itu dalam bentuk video, tanpa izin dari pihak yang ikut dalam pendaftaran di sebuah website SWXXX.COM.

"Masuk sebagai member gratis. Hanya dengan catatan, ini situs dipakai untuk sarana pertemuan dengan model bertukar pasangan," ucapnya. 

Para tersangka dijerat dengan Undang-undang ITE Pasal 27 ayat 1 terkait penyebaran dokumen elektronik yang melanggar kesusilaan serta pengenaan Undang-Undang Pornografi dan Tindak Pidana Pencucian Uang terkait transfer keuangan secara elektronik.

 

Artikel ini telah tayang di TribunBanten.com dengan judul Soal Motif Pasutri Gelar Pesta Seks dan Tukar Pasangan di Jakarta-Bali, Polisi: Fantasi dan Ekonomi!, https://banten.tribunnews.com/2025/01/10/soal-motif-pasutri-gelar-pesta-seks-dan-tukar-pasangan-di-jakarta-bali-polisi-fantasi-dan-ekonomi?page=all.

Sumber: Tribun banten
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved