Judi Online
Miris! 80.000 Anak di Bawah 10 Tahun Jadi Korban Judi Online, Berawal dari Game
Kasus judi online tidak cuma merambah ke orang dewasa. Data terbaru menunjukkan bahwa sebanyak 80.000 anak menjadi korban judi online.
Biasanya, kata Kawiyan, para bandar menggunakan cara-cara menarik untuk mempromosikan judi online agar anak-anak penasaran mencobanya.
Salah satunya, melalui game online.
"Game online juga jadi banyak pintu masuk judi online," ungkap Kawiyan.
Ditambah lagi, kata Kawiyan, adanya sistem transaksi keuangan digital memudahkan anak untuk melakukan deposit judi online.
Kawiyan mengatakan, judi online bisa dilakukan di mana saja, termasuk kamar anak.
Baca juga: Jaringan Judi Online 5 Pelaku Ditangkap, 7 Bulan Beroperasi, Raup Keuntungan Rp700 Juta di Makassar
Oleh karenanya, orangtua diminta ekstra waspada memantau aktivitas anak di ponsel, agar tak terjerumus judi online.
Mensos Gus Ipul Pastikan Tak Ada Bansos Korban Judol
Menteri Sosial Gus Ipul memastikan program bantuan sosial bagi pelaku judi online tidak dilanjutkan.
Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan hal itu setelah memberi santunan kepada keluarga korban bencana longsor di Pondok Pesantren Yaspida, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Senin (18/11/2024).
Menurut Gus Ipul, Kemensos masih akan fokus di program yang sudah ditentukan sebelumnya.
Bukan pada pelaku praktik judi online.
Baca juga: 5 Pelaku Judi Online Diringkus Polisi Makassar, Keuntungan hingga Rp 700 Juta Sekali Transaksi
"Jelas yang kita garap target yang sudah kita programkan sebelumnya, sekali lagi, tidak ada program untuk bantuan kepada pelaku maupun korban judi online," tegasya kepada awak media.
Menurutnya, bansos tersebut tidak bisa diotak-atik.
Telah diatur dalam rancangan APBN sebelumya.
Kecuali situasinya darurat.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.