Human Interest Story
Curhat Warga Pinogu Bone Bolango Gorontalo Soal Kondisi Jaringan, Listrik dan Jalan yang Sulit
Mahasiswa semester 5, Universitas Negeri Gorontalo sekarang akrab dengan kenyamanan kota, bersama lampu-lampu jalan yang terang,
Penulis: Faisal Husuna | Editor: Ponge Aldi
TRIBUNGORONTALO.COM -- Aan Apriyanto Maini, warga Pinogu, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo
Mahasiswa semester 5, Universitas Negeri Gorontalo sekarang akrab dengan kenyamanan kota, bersama lampu-lampu jalan yang terang, warung-warung kopi yang ramai, infrastruktur dan aksesibilitas baik, yang kini belum dia nikmati di kampung halamannya, Desa Pinogu.
Padahal, Pinogu punya kontribusi besar bagi Gorontalo. Sebab, desa ini telah memperkenalkan dirinya di mata dunia melalui salah satu produk unggulnya, yaitu biji kopi Pinogu.
Kopi Pinogu pernah dipamerkan pemerintah daerah dalam acara International Tourism Borsc (ITB) di Berlin, 5 Maret 2013,
Namun, di balik kemegahan nama kopi Pinogu di panggung internasional, tersimpan cerita yang pilu.
Masyarakat Pinogu, hingga kini, masih hidup dalam kesederhanaan, jauh berbeda dari yang dirasakan Aan di Kota Gorontalo
Aan bilang, Desa Pinogu tempat dia dilahirkan itu, saat ini masih sulit menikmati akses internet. Padahal sudah dibangun satu tower telepon seluler di sana.
"Jaringan di sini masih sulit, susah digunakan untuk mengakses media sosial, seperti, FB, YouTube, dan Tiktok. Bahkan kadang bisa mati total, tidak berfungsi," ujarnya
Tidak hanya itu, masyarakat di sana juga masih menggunakan genset untuk memenuhi kebutuhan listrik.
Kata Aan, sebelumnya pernah ada tenaga surya di sana, tapi sudah rusak sejak tahun 2022 lalu.
"Kita di sini butuh listrik, saat ini kita masih pakai bantuan alat dari Genset, untuk memenuhi kebutuhan listrik di kampung," ujarnya
Dia juga bilang, saat ini material-material tiang listrik sementara di kerahkan di sana, untuk dikerjakan.
"Semoga listrik bisa segera kita nikmati tanpa Genset lagi," tambahnya
Aan juga menyentil kondisi jalan menuju desa itu. Menurutnya, aksesibilitas untuk ke sana harus benar-benar mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah agar dilakukan perbaikan.
Seperti jalan-jalan yang dia temui di kota, sebab jika dia pulang kampung saat libur waktu kuliah tiba, dia kembali berhadapan dengan akses yang terbilang cukup sulit dilalui, apalagi jika musim hujan tiba.
"Jalan menuju desa Pinogu ini kondisinya, cukup sulit dilalui, semoga bisa mendapat perhatian lebih dari pemerintah, agar bisa diperbaiki," tuturnya
Sebagai informasi, perjalanan menuju Desa Pinogu dilalui kendaraan pribadi seperti mobil atau motor. Namun mesti berhenti di Desa Tulabolo, bisa memakan waktu sekitar 2-3 jam dari pusat Kota Gorontalo.
Setelah tiba di Tulabolo, perjalanan ke Pinogu hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki atau menggunakan jasa ojek lokal, atau motor trail.
Jika berjalan kaki dari Tulabolo ke Pinogu biasanya memakan waktu sekitar 6-8 jam, tergantung kondisi medan dan cuaca. (*/Faisal)
| Kisah Ibrahim Pakaya, Kakek 71 Tahun Penjual Gulali di Taman Kalimadu Gorontalo |
|
|---|
| Sosok Abdul Gias Tomayahu, Penulis Muda Asal Leboto Gorontalo Peraih 4 Medali Emas Nasional 2025 |
|
|---|
| Cerita 2 Pemudi Jualan Takjil Ramadan di Kota Gorontalo |
|
|---|
| Tips Kuat Puasa saat Bekerja ala Kasmat dan Sasmita, Pegawai Minimarket Gorontalo |
|
|---|
| Sejak 1985, Ridwan Baat Setia Jual Balon Karakter di Kota Gorontalo, Terbukti Mampu Sekolahkan Anak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kondisi-Desa-Pinogu-Kabupaten-Bone-Bolango-Provinsi-Gorontalo-888889.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.