Pilkada Kota Gorontalo
3 Fakta Adhan Dambea Naik Pitam hingga Nyaris Tinggalkan Panggung Debat Calon Wali Kota Gorontalo
Inilah sejumlah fakta tentang insiden Adhan Dambea dan Indra Gobel marah-marah saat debat calon Wali Kota Gorontalo.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Simak-fakta-tentang-insiden-Adhan-Dambea-naik-pitam.jpg)
Namun ia langsung ditenangkan oleh Liaison Officer (LO).
Rupanya Adhan tersinggung pendukungnya diancam bakal dikeluarkan dari lokasi debat.
"Kenapa mereka (pendukung lain) tidak?," teriak Adhan.
Indra Gobel juga menunjuk ke arah pendukung lain.
Sontak hal itu membuat moderator langsung menegur seluruh pendukung paslon.
Zulkifli Tanipu pun berusaha meredam keributan.
Ia kembali mengingatkan tata tertib debat kepada para pendukung pasangan calon.
Momen itu hanya berlangsung kurang dari 20 menit. Debat pun dilanjutkan hingga selesai sekira pukul 17.00 Wita.
Baca juga: Ramli Anwar dan Ana Abdul Hamid Tak Hadir saat Debat Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Gorontalo
Minta KPU Ganti Moderator
Adhan Dambea meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Gorontalo untuk mengganti sosok moderator debat terbuka di sesi kedua.
"Saya sarankan ketua KPU Kota Gorontalo agar diganti moderatornya. Moderatornya itu potensi masalah," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com seusai debat di Gedung Grand Sumberia, Rabu (23/10/2024).
Ia merasa moderator debat pertama terlalu menyudut pendukungnya.
"Moderatornya tidak adil ya, selalu yang dipermasalahkan di sini, yang di sebelah (pendukung lain) tidak (dipermasalahkan)," jelas Adhan.
Calon Wali Kota Gorontalo mengusung tagline AIR itu pun menyarankan KPU Kota Gorontalo menyewa moderator dari luar daerah.
"Makanya saya bilang sewa moderator dari luar, orang independen murni, orang yang tidak tahu apa apa di sini," tandasnya.
(TribunGorontalo.com/Arianto Panambang)
Ikuti Saluran WhatsApp TribunGorontalo untuk informasi dan berita menarik lainnya