Berita Populer Gorontalo
GORONTALO TERPOPULER 12 Desa di Gorontalo Blank Spot - Adhan Dambea Marah saat Debat Calon Wali Kota
Berita terpopuler Gorontalo merangkum peristiwa, human interest story, hingga politik di Provinsi Gorontalo, Kamis (24/10/2024).
Penulis: Redaksi | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Simak-berita-populer-Gorontalo-yang-tayang-di-TribunGorontalocom-pada-Rabu.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Berita terpopuler Gorontalo merangkum peristiwa, human interest story, hingga politik di Provinsi Gorontalo, Kamis (24/10/2024).
Berita populer pertama adalah 12 desa di Gorontalo ternyata belum memiliki akses internet (blank spot).
Selanjutnya, pasangan Ramli Anwar dan Ana Abdul Hamid tidak menghadiri debat calon Wali Kota Gorontalo.
Terakhir, Adhan Dambea dan pasangannya Indra Gobel marah-marah saat debat.
Penasaran? Yuk, simak berita Gorontalo terpopuler berikut ini.
Terungkap! 12 Desa di Gorontalo Ternyata Masih Blank Spot Jaringan Internet
Setidaknya masih terdapat 12 desa di Provinsi Gorontalo yang teridentifikasi sebagai blank spot.
Fenomena ini mengkhawatirkan, terutama di tengah upaya untuk memperkuat infrastruktur digital di seluruh Indonesia.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Gorontalo, Rifli Katili, mengungkapkan dalam sebuah podcast di TribunGorontalo.com, bahwa keberadaan blank spot ini tidak bisa dipisahkan dari tantangan geografis yang dihadapi oleh Gorontalo.
"Tak bisa dipungkiri ada kesenjangan terhadap kondisi internet di Gorontalo. Kita diperhadapkan dengan kondisi geografis kita yang cukup kompleks," jelasnya.
Kendala ini paling banyak ditemui di wilayah Pohuwato dan Boalemo, di mana Rifli mencatat, "Utama di Pohuwato, dan ada juga di Boalemo, tepatnya di daerah Sari Tani."
Menariknya, bahkan beberapa desa di Kabupaten Gorontalo yang dekat dengan pusat kota pun masih mengalami masalah serupa.
Contohnya, Dulamayo Utara yang terhalang oleh kondisi pegunungan.
Sementara itu, Kecamatan Pinogu di Kabupaten Bone Bolango juga masih tidak terjangkau internet.
Meskipun telah dibangun Base Transceiver Station (BTS), Rifli menyebutkan bahwa jumlahnya tidak mencukupi.