Pilkada Kota Gorontalo
3 Fakta Adhan Dambea Naik Pitam hingga Nyaris Tinggalkan Panggung Debat Calon Wali Kota Gorontalo
Inilah sejumlah fakta tentang insiden Adhan Dambea dan Indra Gobel marah-marah saat debat calon Wali Kota Gorontalo.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Simak-fakta-tentang-insiden-Adhan-Dambea-naik-pitam.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Inilah sejumlah fakta tentang insiden Adhan Dambea dan Indra Gobel marah-marah saat debat calon Wali Kota Gorontalo.
Debat pertama paslon Pilkada Kota Gorontalo itu berlangsung intens.
Setiap paslon saling mengemukakan visi misi dan juga menanggapi paslon lain.
Debat terbuka diselenggarakan KPU Kota Gorontalo ini bertempat di Gedung Grand Sumber Ria Kota Gorontalo, Rabu (24/10/2024).
Berikut TribunGorontalo.com merangkum 3 fakta Adhan Dambea naik pitam hingga nyaris walk out dari Debat Terbuka Calon Wali Kota Gorontalo.
Adhan Dambea Merasa Kecewa
Kekecewaan tersirat dari wajah Adhan Dambea ketika menginterupsi moderator debat.
Saat memasuki segmen 5, di mana setiap paslon saling memberi pertanyaan, menjawab dan menanggapi balik.
Adhan Dambea sempat berteriak 'diam dulu', membuat ratusan pasang mata tertuju padanya.
Saat melontarkan kata itu Adhan menunjuk ke arah pendukung pasangan calon lain.
Adhan merasa terganggu oleh suara pendukung pasangan calon lain.
Sementara itu, moderator menegur sambil mengarahkan pendukung Adhan Dambea dan Indra Gobel.
Melihat hal ini, Adhan dan Indra naik pitam. Adhan lantas menegur moderator.
Baca juga: GORONTALO TERPOPULER 12 Desa di Gorontalo Blank Spot - Adhan Dambea Marah saat Debat Calon Wali Kota
Nyaris Walk Out
Setelah menunjuk-nunjuk ke arah pendukung, Adhan memperlihatkan gelagat ingin meninggalkan panggung debat.
Namun ia langsung ditenangkan oleh Liaison Officer (LO).
Rupanya Adhan tersinggung pendukungnya diancam bakal dikeluarkan dari lokasi debat.
"Kenapa mereka (pendukung lain) tidak?," teriak Adhan.
Indra Gobel juga menunjuk ke arah pendukung lain.
Sontak hal itu membuat moderator langsung menegur seluruh pendukung paslon.
Zulkifli Tanipu pun berusaha meredam keributan.
Ia kembali mengingatkan tata tertib debat kepada para pendukung pasangan calon.
Momen itu hanya berlangsung kurang dari 20 menit. Debat pun dilanjutkan hingga selesai sekira pukul 17.00 Wita.
Baca juga: Ramli Anwar dan Ana Abdul Hamid Tak Hadir saat Debat Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Gorontalo
Minta KPU Ganti Moderator
Adhan Dambea meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Gorontalo untuk mengganti sosok moderator debat terbuka di sesi kedua.
"Saya sarankan ketua KPU Kota Gorontalo agar diganti moderatornya. Moderatornya itu potensi masalah," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com seusai debat di Gedung Grand Sumberia, Rabu (23/10/2024).
Ia merasa moderator debat pertama terlalu menyudut pendukungnya.
"Moderatornya tidak adil ya, selalu yang dipermasalahkan di sini, yang di sebelah (pendukung lain) tidak (dipermasalahkan)," jelas Adhan.
Calon Wali Kota Gorontalo mengusung tagline AIR itu pun menyarankan KPU Kota Gorontalo menyewa moderator dari luar daerah.
"Makanya saya bilang sewa moderator dari luar, orang independen murni, orang yang tidak tahu apa apa di sini," tandasnya.
(TribunGorontalo.com/Arianto Panambang)
Ikuti Saluran WhatsApp TribunGorontalo untuk informasi dan berita menarik lainnya
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.