Human Interest Story
Cerita Sarly Lapananda, Mahasiswi Gorontalo Bisnis Case Hp dan Aksesori Wanita, Berawal Salah Beli
Sarly Lapananda mahasiswi psikologi Universitas Muhammadiyah Gorontalo yang memiliki bisnis jualan case handphone dan aksesori wanita
Penulis: Nur Ainsyah Habibie | Editor: Ponge Aldi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sarly-Lapananda-mahasiswi-psikologi-Universitas-88888.jpg)
Akun Instagram yang dikelolanya, @nanacase.gtlo, telah menjadi platform utama untuk menjangkau lebih banyak pembeli.
Melalui Instagram, Sarly berhasil memasarkan produk-produknya secara lebih luas, sehingga semakin banyak orang yang tertarik untuk membeli case HP dan aksesori wanita dari lapaknya.
Meski usahanya berjalan lancar, Sarly tetap memperhatikan faktor eksternal seperti cuaca.
Jika hujan turun, ia memilih untuk tidak membuka lapaknya, karena kondisi tersebut tidak mendukung untuk berjualan secara langsung.
“Kendala selama jualan cuma saat hujan karena kalau hujan saya tidak membuka lapak,” ujarnya.
Namun, penjualan melalui media sosial tetap berjalan, sehingga bisnisnya tidak terganggu terlalu banyak oleh faktor cuaca.
Sejak awal memulai usaha, pendapatan Sarly mengalami peningkatan yang signifikan.
Dari modal awal yang hanya Rp 100ribu, kini ia mampu menghasilkan pendapatan hingga Rp 1.5 juta per bulan.
Jumlah ini tentu sangat mengesankan bagi seorang mahasiswi yang masih berkuliah.
Sarly menggunakan pendapatannya untuk mengembangkan bisnis lebih lanjut dan mengelola usahanya dengan lebih profesional.
Dengan kerja keras, ketekunan, dan kemampuan memanfaatkan media sosial, Sarly berhasil menciptakan bisnis yang sukses di usia muda.
Ia menunjukkan bahwa tidak ada yang tidak mungkin jika kita memiliki niat dan kemauan untuk terus berkembang.
Ke depan, Sarly berharap bisa memperluas bisnisnya, menambah variasi produk, dan meningkatkan jumlah pelanggan.
Ia juga bercita-cita untuk menginspirasi lebih banyak anak muda agar berani memulai bisnis sejak dini, meskipun hanya dengan modal yang terbatas. (*/Tika)
| Sosok Cindy Sakila Dauda, Mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter di Gorontalo |
|
|---|
| Polisi Muda di Gorontalo Ini Jualan Siomay Pakai Bentor, Omzet Bisa Jutaan per Malam |
|
|---|
| Sri Muliani Dama, Mahasiswi Gorontalo yang Tekuni Literasi hingga Jadi Ketua Senat Mahasiswa |
|
|---|
| Ajoeba Wartabone dan Jurnalisme Kebangsaan di Masa Revolusi Indonesia |
|
|---|
| Kisah Haru Rosita Manumbi, 16 Tahun Mengabdi Kini Dipercaya Jadi Kepala SDN 13 Pulubala Gorontalo |
|
|---|