Rabu, 18 Maret 2026

Human Interest Story

Cerita Sarly Lapananda, Mahasiswi Gorontalo Bisnis Case Hp dan Aksesori Wanita, Berawal Salah Beli

Sarly Lapananda mahasiswi psikologi Universitas Muhammadiyah Gorontalo yang memiliki bisnis jualan case handphone dan aksesori wanita

Tayang:
Penulis: Nur Ainsyah Habibie | Editor: Ponge Aldi
zoom-inlihat foto Cerita Sarly Lapananda, Mahasiswi Gorontalo Bisnis Case Hp dan Aksesori Wanita, Berawal Salah Beli
TRIBUNGORONTALO/NUR AINSYAH HABIBIE
Sarly Lapananda mahasiswi psikologi Universitas Muhammadiyah Gorontalo yang memiliki bisnis jualan case handphone dan aksesori wanita 

TRIBUNGOORNTALO.COM - Cerita Sarly Lapananda mahasiswi psikologi Universitas Muhammadiyah Gorontalo yang memiliki bisnis jualan case handphone dan aksesori wanita

Usaha gadis berusia 22 tahun ini ternyata dimulai dari kesalahan. 

Awalnya tahun 2020, Sarly secara tidak sengaja membeli beberapa case HP dalam jumlah besar dengan desain yang tidak sesuai harapannya. 

Katanya, daripada menyia-nyiakan produk tersebut, Sarly memutuskan untuk menjualnya. 

“Awalnya itu salah beli case HP, setelah dilihat teman-teman ternyata mereka suka jadinya dibeli, setelah itu saya ketagihan untuk terus berjualan case,” jelas Sarly kepada TribunGorontalo.com, Sabtu (19/10/24).

Keputusan sederhana inilah yang kemudian menjadi titik awal perjalanan bisnisnya di bidang case HP dan aksesori wanita.

Dengan modal awal hanya Rp 100ribu, Sarly memulai usaha kecil-kecilan. 

Ia tidak menyangka bahwa usahanya tersebut akan terus berkembang hingga sekarang. 

Meski awalnya hanya menjual produk secara sederhana, kini bisnis Sarly telah tumbuh pesat. 

Berkat ketekunan dan kejelian melihat peluang, ia berhasil menjual berbagai produk seperti case HP dengan beragam disain, serta aksesori wanita yang modis dan diminati oleh banyak pelanggan kalangan anak muda.

Selama empat tahun menjalani bisnis ini, Sarly mengakui bahwa usahanya berjalan lancar tanpa pernah mengalami kendala besar. 

Ia bersyukur bisnisnya terus berkembang dan mendapatkan dukungan dari para pelanggan setia. 

“Alhamdulilah selama empat tahun ini belum pernah jatuh bangkrut,” kata perempuan berkacamata itu.

Bahkan, Sarly kini telah memiliki satu orang karyawan yang bertugas sebagai penjaga lapak sekaligus admin, membantunya mengelola lapak offline dan online.

Sarly menjual produknya tidak hanya melalui lapak offline, tetapi juga secara online di media sosial. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved