Human Interest Story
Cerita Sarly Lapananda, Mahasiswi Gorontalo Bisnis Case Hp dan Aksesori Wanita, Berawal Salah Beli
Sarly Lapananda mahasiswi psikologi Universitas Muhammadiyah Gorontalo yang memiliki bisnis jualan case handphone dan aksesori wanita
Penulis: Nur Ainsyah Habibie | Editor: Ponge Aldi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sarly-Lapananda-mahasiswi-psikologi-Universitas-88888.jpg)
TRIBUNGOORNTALO.COM - Cerita Sarly Lapananda mahasiswi psikologi Universitas Muhammadiyah Gorontalo yang memiliki bisnis jualan case handphone dan aksesori wanita
Usaha gadis berusia 22 tahun ini ternyata dimulai dari kesalahan.
Awalnya tahun 2020, Sarly secara tidak sengaja membeli beberapa case HP dalam jumlah besar dengan desain yang tidak sesuai harapannya.
Katanya, daripada menyia-nyiakan produk tersebut, Sarly memutuskan untuk menjualnya.
“Awalnya itu salah beli case HP, setelah dilihat teman-teman ternyata mereka suka jadinya dibeli, setelah itu saya ketagihan untuk terus berjualan case,” jelas Sarly kepada TribunGorontalo.com, Sabtu (19/10/24).
Keputusan sederhana inilah yang kemudian menjadi titik awal perjalanan bisnisnya di bidang case HP dan aksesori wanita.
Dengan modal awal hanya Rp 100ribu, Sarly memulai usaha kecil-kecilan.
Ia tidak menyangka bahwa usahanya tersebut akan terus berkembang hingga sekarang.
Meski awalnya hanya menjual produk secara sederhana, kini bisnis Sarly telah tumbuh pesat.
Berkat ketekunan dan kejelian melihat peluang, ia berhasil menjual berbagai produk seperti case HP dengan beragam disain, serta aksesori wanita yang modis dan diminati oleh banyak pelanggan kalangan anak muda.
Selama empat tahun menjalani bisnis ini, Sarly mengakui bahwa usahanya berjalan lancar tanpa pernah mengalami kendala besar.
Ia bersyukur bisnisnya terus berkembang dan mendapatkan dukungan dari para pelanggan setia.
“Alhamdulilah selama empat tahun ini belum pernah jatuh bangkrut,” kata perempuan berkacamata itu.
Bahkan, Sarly kini telah memiliki satu orang karyawan yang bertugas sebagai penjaga lapak sekaligus admin, membantunya mengelola lapak offline dan online.
Sarly menjual produknya tidak hanya melalui lapak offline, tetapi juga secara online di media sosial.
Akun Instagram yang dikelolanya, @nanacase.gtlo, telah menjadi platform utama untuk menjangkau lebih banyak pembeli.
Melalui Instagram, Sarly berhasil memasarkan produk-produknya secara lebih luas, sehingga semakin banyak orang yang tertarik untuk membeli case HP dan aksesori wanita dari lapaknya.
Meski usahanya berjalan lancar, Sarly tetap memperhatikan faktor eksternal seperti cuaca.
Jika hujan turun, ia memilih untuk tidak membuka lapaknya, karena kondisi tersebut tidak mendukung untuk berjualan secara langsung.
“Kendala selama jualan cuma saat hujan karena kalau hujan saya tidak membuka lapak,” ujarnya.
Namun, penjualan melalui media sosial tetap berjalan, sehingga bisnisnya tidak terganggu terlalu banyak oleh faktor cuaca.
Sejak awal memulai usaha, pendapatan Sarly mengalami peningkatan yang signifikan.
Dari modal awal yang hanya Rp 100ribu, kini ia mampu menghasilkan pendapatan hingga Rp 1.5 juta per bulan.
Jumlah ini tentu sangat mengesankan bagi seorang mahasiswi yang masih berkuliah.
Sarly menggunakan pendapatannya untuk mengembangkan bisnis lebih lanjut dan mengelola usahanya dengan lebih profesional.
Dengan kerja keras, ketekunan, dan kemampuan memanfaatkan media sosial, Sarly berhasil menciptakan bisnis yang sukses di usia muda.
Ia menunjukkan bahwa tidak ada yang tidak mungkin jika kita memiliki niat dan kemauan untuk terus berkembang.
Ke depan, Sarly berharap bisa memperluas bisnisnya, menambah variasi produk, dan meningkatkan jumlah pelanggan.
Ia juga bercita-cita untuk menginspirasi lebih banyak anak muda agar berani memulai bisnis sejak dini, meskipun hanya dengan modal yang terbatas. (*/Tika)
| Sosok Cindy Sakila Dauda, Mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter di Gorontalo |
|
|---|
| Polisi Muda di Gorontalo Ini Jualan Siomay Pakai Bentor, Omzet Bisa Jutaan per Malam |
|
|---|
| Sri Muliani Dama, Mahasiswi Gorontalo yang Tekuni Literasi hingga Jadi Ketua Senat Mahasiswa |
|
|---|
| Ajoeba Wartabone dan Jurnalisme Kebangsaan di Masa Revolusi Indonesia |
|
|---|
| Kisah Haru Rosita Manumbi, 16 Tahun Mengabdi Kini Dipercaya Jadi Kepala SDN 13 Pulubala Gorontalo |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.