Minggu, 8 Maret 2026

Kesehatan

Dampak Negatif Tidur dengan Lampu Menyala, Mulai Tingkatkan Tekanan Darah hingga Risiko Depresi

Tribunners, kalian masih pada suka tidur dengan keadaan lampu menyala? Hati-hati loh, bisa jadi kamu terkena dampak negatifnya. Berikut dampaknya

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Dampak Negatif Tidur dengan Lampu Menyala, Mulai Tingkatkan Tekanan Darah hingga Risiko Depresi
Kompas.com
Dampak buruk tidur dengan lampu menyala 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Tribunners, kalian masih pada suka tidur dengan keadaan lampu menyala?

Hati-hati loh, bisa jadi kamu terkena dampak negatifnya.

Tidur dengan kedaan lampu menyala memang terlihat sepele, namun dampak yang dihasilkan untuk kesehatan tubuh sangatlah tidak disarankan.

Sebuah penelitian terkait tidur dengan lampu menyala ini mengungkap adanya dampak buruk dan juga bahaya terhadap kesehatan.

Meski sering diabaikan, pencahayaan yang berlebihan ketika tubuh sedang bersitirahat di malam hari bisa berdampak serius terhadap tubuh dan pikiran.

Maka dari itu, Anda perlu mengetahui lebih lanjut mengenai dampak buruk tidur dengan lampu menyala terhadap keseimbangan hormon hingga risiko gangguan tidur.

Cahaya, ternyata bisa mempengaruhi produksi hormon yang penting untuk tidur nyenyak

Bahkan, cahaya juga jadi pemicu penyakit lain seperti migrain dan masalah kesehatan mental seperti depresi.

Melansir Kontan dari Well Care Global, berikut efek samping tidur dengan lampu menyala:

1. Ketidakseimbangan Hormon

Kelenjar pineal (epifisis cerebiri) merupakan kelenjar endokrin di otak yang menghasilkan yang menghasilkan hormon yang disebut melatonin pada malam hari.

Melatonin berperan penting karena tigasnya mengatur dan menyelaraskan ritme sirkadian tubuh, yang umumnya dikenal dengan siklus tidur-bangun normal.

Hormon melatonin juga bertanggung jawab atas fungsi tubuh lainnya yang vital seperti reproduksi, regulasi tekanan darah dan mencegah peradangan.

Penelitian membuktikan bahwa tidur dengan lampu menyala bisa mengganggu produksi melatonon dalam tubuh.

Brigham and Women's Hospitals dan Harvard Medical School mempelajari 116 relawan berusia 16 hingga 30 tahun, dan mengekpos pada cahaya ruangan dan cahaya redup selama delapan jam sebelum tidur selama 5 hari berturut-turut.

Sumber: Tribun health
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved