Berita Kesehatan
4 Faktor Penyebab Obat Mahal di Indonesia Menurut BPOM
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar membeberkan faktor penyebab obat mahal di Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/sosok-Taruna-Ikrar-Kepala-BPOM-RI-yang-baru.jpg)
Dari laporan yang didapat BPOM, Taruna Ikrar menyebut di Indonesia terdapat 240 perusahaan farmasi, tetapi hanya 190 yang aktif.
"Dari 190 itu, hitungannya kalau dibuat dalam bentuk jumlah, berapa triliun."
"Itu omzet pasarnya hanya sekira Rp100 triliun hingga Rp140 triliun."
"Itu sebetulnya tidak besar," ucap Taruna Ikrar.
Jadi, akibat dari produksi terbatas, harga pun mengalami kenaikan.
Faktor ketiga menunjukkan bahwa meskipun Indonesia memiliki industri yang bisa memproduksi bahan baku, harga bahan baku lokal lebih mahal dibandingkan yang diimpor.
Dia mengatakan, ada 15 industri yang bisa memproduksi bahan baku obat, tetapi karena harganya lebih mahal daripada impor, perusahaan lebih memilih impor.
"Nah ternyata ada yang diproduksi dalam negeri juga 15 item, saya tidak perlu sebutkan."
"Itu juga ternyata lebih mahal dari impor."
"Karena itu, produksinya terbatas, jadi harga dasarnya juga mahal."
"Lebih bagus perusahaan impor," tutur Taruna Ikrar.
Faktor keempat adalah tingginya biaya yang dikeluarkan perusahaan farmasi untuk distribusi dan pemasaran.
Keempat faktor ini, menurut Taruna Ikrar, sedang menjadi fokus BPOM dalam upaya menurunkan harga obat di dalam negeri agar lebih terjangkau. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Ternyata Ini Biang Kerok Harga Obat Mahal di Indonesia, BPOM Temukan Ada 4 Faktor Penyebabnya