Internasional
Anak 10 Tahun Tewas Ditikam dalam Perjalanan ke Sekolah
Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan mendalam, baik dari pemerintah Jepang maupun China, terutama karena serangan ini terjadi saat korban sedang dal
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
Serangan Berulang di Dekat Fasilitas Pendidikan Jepang
Yang lebih mengejutkan, ini bukanlah insiden pertama yang terjadi di sekitar fasilitas pendidikan Jepang di China dalam beberapa bulan terakhir.
Pada bulan Juni lalu, sebuah serangan terjadi di kota Suzhou, China timur, ketika seorang pria menyerang bus yang digunakan oleh sekolah Jepang.
Insiden tersebut menyebabkan tewasnya seorang warga negara China yang berusaha melindungi seorang ibu dan anak asal Jepang dari serangan brutal itu.
Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshimasa Hayashi, menolak memberikan komentar lebih lanjut mengenai dampak insiden terbaru ini terhadap hubungan diplomatik antara Jepang dan China.
Namun, insiden ini tentu memperburuk situasi yang sudah tegang antara kedua negara, terlebih setelah serangkaian manuver militer China yang terus memancing reaksi keras dari Jepang.
Pada hari yang sama dengan insiden penikaman ini, kapal induk milik China dilaporkan memasuki perairan teritorial Jepang untuk pertama kalinya.
Langkah ini memperburuk ketegangan antara Tokyo dan Beijing, yang telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
Manuver militer China di kawasan tersebut, termasuk pelanggaran teritorial, telah memicu protes keras dari Jepang.
Serangkaian kejadian ini menciptakan suasana penuh ketegangan di kawasan, dengan insiden penikaman yang tragis ini menambah lapisan ketidakstabilan dalam hubungan bilateral antara Jepang dan China.
Sementara penyelidikan masih berlangsung, permintaan keamanan yang lebih ketat dari Jepang mengisyaratkan bahwa negara tersebut sangat mengkhawatirkan keselamatan warga negaranya, khususnya anak-anak, di tengah ketegangan politik yang kian memanas.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2024-09-19_Jepang-telah-meminta-penjelasan-dari-otoritas-Tiongkok.jpg)