Human Interest Story
Cerita Rini Taha, Penjual Es Teler di Kota Gorontalo
Cerita Rini Taha (36), penjual es teler keliling di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo bercita-cita untuk memiliki warung es sendiri.
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Ponge Aldi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Rini-Taha-36-Penjual-Es-Teler-Keliling-8889.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Cerita Rini Taha (36), penjual es teler keliling di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo bercita-cita untuk memiliki warung es sendiri.
Pria kelahiran tahun 1988 ini berasal dari Kwandangn Kabupaten Gorontalo Utara, lalu dia memilih untuk mengontrak rumah yang berada di Kabupaten Bone Bolango dekat dengan lokasi usahanya.
Sejak di Kabupaten Gorontalo Utara, Rini bekerja sebagai tukang bangunan semenjak dirinya berusia remaja.
"Saya dulunya tukang bangunan sejak remaja," ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Kamis (29/8/2024).
Lalu, dirinya pun berpindah ke daerah yang lebih maju di Sulawesi Utara tepatnya wilayah Bitung untuk mengadu nasib.
Dirinya pun memilih berjualan es teler keliling di Bitung, Sulawesi Utara hingga enam tahun lamanya sebelum berpindah lagi di Kabupaten Bone Bolango.
Selama ia bekerja, istri dan anaknya pun turut dibawanya ke daerah-daerah yang ia kunjungi.
"Kalau saya tinggalkan, saya yang kasihan padahal istri tidak apa, cuma saya tidak tega ninggalin dia sendiri tanpa saya," jelasnya.
Rini mengatakan dirinya beralih dari tukang bangunan menjadi penjual es teler disebabkan oleh tuntutan ekonomi.
Rini juga tidak ingin bekerja yang diatur oleh siapapun, ia ingin bekerja dengan bebas tanpa ada target maupun tuntutan.
"Tuntutan kerja banyak, tapi gaji sedikit, makanya saya pindah jadi penjual es keliling," lanjutnya.
Menurutnya penjual es keliling tidak memiliki target ataupun jam kerja yang teratur.
Sehingga dirinya merasa bebas saat bekerja untuk mencari nafkah bagi istri dan anaknya yang kini menganjak usia lima tahun.
Kini, Rini menjalankan usaha es teler miliknya dengan modal Rp 4 juta rupiah yang diambilnya dari uang tabungannya sejak menjdi kuli bangunan.
Namun, dengan modal Rp 4 juta tersebut, dalam sehari Rini bisa mendapatkan omzet ratusan ribu perhari.
| Kisah Ibrahim Pakaya, Kakek 71 Tahun Penjual Gulali di Taman Kalimadu Gorontalo |
|
|---|
| Sosok Abdul Gias Tomayahu, Penulis Muda Asal Leboto Gorontalo Peraih 4 Medali Emas Nasional 2025 |
|
|---|
| Cerita 2 Pemudi Jualan Takjil Ramadan di Kota Gorontalo |
|
|---|
| Tips Kuat Puasa saat Bekerja ala Kasmat dan Sasmita, Pegawai Minimarket Gorontalo |
|
|---|
| Sejak 1985, Ridwan Baat Setia Jual Balon Karakter di Kota Gorontalo, Terbukti Mampu Sekolahkan Anak |
|
|---|