Berita Nasional

Pria Ini Tutup Jalan Menuju Rumah Tetangga  yang Jadi Markas Parpol

Hal itu seperti yang diungkapkan oleh Lurah Cililitan, Rukarya seperti dikutip TribunGorontalo.com dari TribunJatim, Rabu (07/8/2024). 

Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
TribunKolase
Nasib Lurah Ditegur Wali Kota karena Tak Bisa Larang Warga Tutup Jalan Pakai Tembok: Saya Kurang Apa? 

TRIBUNGORONTALO.COM — Keluarga Mohammad Sidik menutup akses menuju ke rumah tetangganya pada Minggu (5/8/2024). 

Alasannya, karena rumah milik Puji di RW 09 Cililitan, Kramatjati, Jakarta Timur itu dijadikan posko partai politik. 

Hal itu seperti yang diungkapkan oleh Lurah Cililitan, Sukarya seperti dikutip TribunGorontalo.com dari TribunJatim, Rabu (07/8/2024). 

Menurut Sukarya, rumah milik Puji itu ditutup lantaran Sidik merasa aktivitas penghuninya mengganggu. Bahkan terbilang bising. 

Menurut Sukarya seperti pengakuan Sidik, bahwa rumah milik Puji itu dijadikan tempat rapat sebuah partai politik (parpol) jelang Pemilu 2024 kemarin. 

Karena itu, Sidik pun berang hingga pada Februari 2024 sebetulnya melakukan penutupan setengah jalan masuk. 

Penutupan setengah agar tak ada lagi motor yang bisa masuk ke lokasi tersebut. 

“‘Saya merasa terganggu Pak Lurah, karena saya punya anak kecil’,” ungkap Sukarya mengulang kalimat yang disampaikan Sidik. 

Sejak penutupan itu, masalah mencuat. Apalagi menurut Sidik, ia menutup jalan akses ke rumah tetangganya 

“Ya akhirnya timbul permasalahan, akhirnya ditutup (setengah) sama Pak Sidik. 'Saya enggak tutup penuh lho, Pak. Cuma, saya berharap, motor enggak lewat situ. Itu saya masih bermurah hati',” tutur Sukarya.

Sementara itu, Sidik merasa penutupan setengah jalan di depan rumah Puji adalah haknya.

Sebab, dia merupakan salah satu ahli waris dari tanah milik Engkong Ali.

Puji tetap tidak terima dengan penutupan setengah akses jalan tersebut.

Kala itu, dia tetap meminta pemangku wilayah mencarikan solusi agar keluarganya bisa kembali mendapatkan akses jalan untuk dilalui sepeda motor.

Pada mediasi ketiga, Sukarya sempat bertanya ke Sidik apakah lahan di depan rumahnya ini akan dijual.

Harapannya, dapat dibeli oleh keluarga Puji dan permasalahan ini selesai secara kekeluargaan.

Namun, Sidik menegaskan tidak akan menjual lahan tersebut karena mengklaim bahwa para ahli waris akan melebarkan kontrakan.

Kasus penutupan akses jalan pakai tembok di rumah warga bernama Puji (49) di RW 09, Cililitan, Kramatjati, Jakarta Timur kini menjadi sorotan Wali Kota Jakarta Timur Anwar.

Diketahui, penutupan akses jalan itu dilakukan oleh keluarga Mohamad Sidik (42)pada Minggu (5/8/2024).

Penutupan akses ini mengakibatkan Puji dan keluarganya terdampak.


Setidaknya, ada dua rumah yang berisi delapan kepala keluarga (KK) dengan jumlah keseluruhan 21 orang.

Setelah penutupan, salah satu lansia yang bermukim di rumah Puji kini tidak bisa lagi berolahraga atau sekadar berjemur di ujung gang.

Sementara, sebanyak tiga anak tidak bisa berangkat sekolah karena mereka tidak ingin melewati akses alternatif, yakni masuk ke dalam ruang tengah tetangga yang masih satu saudara dengan Puji.

Lurah Cililitan Sukarya sendiri mengaku tak bisa melarang ahli waris, Mohamad Sidik, untuk menutup akses jalan di depan rumah Puji Rahayu.

Pasalnya, penembokan jalan itu berlangsung di atas tanah milik ayah Sidik, Muhammad Ali alias Engkong Ali, yang kini telah meninggal dunia.

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved