Gorontalo Memilih
Riko Djaini Akui Putus Komunikasi dengan Wahyudin Lihawa, Gagal Maju Pilkada Boalemo?
Bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati Boalemo, Wahyudin Lihawa dan Riko Jaini terancam kandas.
Penulis: Nawir Islim | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pihak-Riko-Djaini-menggelar-konferensi-pers.jpg)
Kevin Syairullah, sosok penggiat Politik Boalemo, menduga Wahyudin dan Riko sudah mempermainkan KPU Boalemo.
KPU Boalemo, kata dia, telah melaksanakan permintaan Wahyudin-Riko untuk Verifikasi Administrasi kembali setelah sempat dinyatakan tidak memenuhi syarat.
"Pihak KPU sudah memenuhi permintaan mereka dari putusan Bawaslu, bahkan para PPS sudah turun untuk verifikasi faktual dan itu memakan banyak waktu serta tenaga," ungkapnya.
Ia pun menyayangkan tindakan dari pasangan calon kepala daerah Kabupaten Boalemo tersebut.
"Tapi mereka dengan secara gamblang menyatakan diri untuk mundur tiba-tiba. Saya tidak menyalahkan Bapaslon tersebut. Saya hanya kasihan dengan KPU dan PPS yang sudah berjuang tapi ternyata tidak ada keseriusan," lanjutnya.
Kevin mengatakan kedua sosok itu tidak serius mengikuti kontestasi Pilkada Boalemo.
"Ini sesungguhnya sangat sakral dan tidak untuk dipermainkan. Jadi saya harapkan bagi yang ingin maju di Pilkada Boalemo agar serius," tuturnya.
"Baru mencalonkan saja sudah asal-asalan apalagi nanti jika sudah jadi bupati. Ini tentunya bisa membawa dampak negatif bagi masyarakat," pungkasnya.
(TribunGorontalo.com/Nawir)
Ikuti Saluran WhatsApp TribunGorontalo untuk informasi dan berita menarik lainnya