Rabu, 4 Maret 2026

Banjir di Kota Gorontalo

Cerita Erna Utina, Lansia Terdampak Banjir di Jalan Mohammad Yamin Kota Gorontalo

Erna Utina (70), warga lanjut usia terdampak banjir di Jalan Mohammad Yamin Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo

|
Editor: Ponge Aldi
zoom-inlihat foto Cerita Erna Utina, Lansia Terdampak Banjir di Jalan Mohammad Yamin Kota Gorontalo
TRIBUNGORONTALO/RAFIQATUL HINELO
Erna Utina (70), warga lansia terdampak banjir di Jalan Mohammad Yamin, Kota Selatan, Kota Gorontalo, Sabtu (13/7/2024) 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Erna Utina (70), warga lanjut usia terdampak banjir di Jalan Mohammad Yamin Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo

Sabtu (13/7/2024), Erna tampak duduk di teras Puskesmas Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo.

Rupanya, Erna memang mengungsi di Puskesmas tersebut.

"Sejak hari pertama air naik, saya sudah mengungsi di sini," ucap Erna kepada TribunGorontalo.com, Sabtu (13/7/2024).

Kata Erna, rumahnya berlokasi di salah satu gang di Jalan Mohammad Yamin ini.

"Rumah saya, masuk di gang itu (menunjuk salah satu gang), di sana airnya setinggi pingganb orang dewasa, sebelumnya sempat mencapai leher orang dewasa," ucapnya.

Kata Erna, air awalnya masih menggenang sebatas mata kaki, lalu air mulai meninggi mencapai betis orang dewasa. Saat itu, mereka memutuskan untuk mengungsi.

"Air mulai naik pada Rabu (10/7) malam, air pertama masih rendah, lama-lama naik, kami mengungsi di warung yang di depan jalan, eh ternyata naik juga," jelas Erna.

Ketika air di warungnya juga sudah meninggi, akhirnya Erna mengungsi di Puskesmas.

"Alhamdulillah kepala Puskesmas langsung mengizinkan kami untuk mengungsi di gedung puskesmas," tuturnya.

Saat proses pengungsian, sebagai lansia, Erna dibantu keluarganya.

Adapun kerugian yang dialaminya berupa perabotan rumah tangga, dan barang-barang warung yang ikut terendam banjir.

"Di rumah itu masih ada lemari, kulkas. Kalau di warung, barang-barang juga banyak yang tidak sempat diangkat pada hari pertama, lapak bensin suami saya juga kena," ucap Erna.

Saat pertama air mulai naik, Erna mengaku panik bahkan sempat menangis.

"Kami itu sudah panik, dan banyak yang menangis, mengingat barang-barang belum terselamatkan," katanya

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved