Selasa, 10 Maret 2026

Berita Populer Hari Ini

7 Berita Populer Hari Ini Sabtu 13 Juli 2024: Pencarian Korban Longsor Tambang Emas Dihentikan

Berikut 7 berita populer Gorontalo hari ini, Sabtu (13/7/2024). Pencarian korban longsor tambang dihentikan hingga kebakaran rumah di Pohuwato. 

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Tita Rumondor
zoom-inlihat foto 7 Berita Populer Hari Ini Sabtu 13 Juli 2024: Pencarian Korban Longsor Tambang Emas Dihentikan
TribunGorontalo.com
7 Berita Populer Gorontalo hari ini, Sabtu 13 Juli 2024 

Badri Lamiun, warga Kelurahan Limba B, menceritakan bahwa awalnya, pembuatan rakit darurat tersebut untuk mengevakuasi barang ringan.

"Karena sudah banjir dua hari lamanya, maka masyarakat berbondong-bondong untuk buat rakit darurat, tapi memang hanya untuk barang ringan," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Jumat (12/7/2024).

Diketahui, karena banjir yang telah mencapai satu meter lebih, maka para masyarakat membuat rakit untuk bisa mengangkut penumpang.


Baca Selengkapnya

50 Bayi Jadi Pengungsi Banjir di Rumah Dinas Wali Kota Gorontalo

Amalia Tajudin (21), pengungsi sedang menggendong bayinya bersama keluarga di Rumah Dinas Wali Kota Gorontalo, Jumat (12/7/2024).
Amalia Tajudin (21), pengungsi sedang menggendong bayinya bersama keluarga di Rumah Dinas Wali Kota Gorontalo, Jumat (12/7/2024).(TRIBUNGORONTALO/FERNANDESSIALLAGAN)

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo --50 bayi jadi pengungsi banjir di Rumah Dinas Wali Kota Gorontalo, Jumat (12/7/2024).

Bayi-bayi tersebut dibawa orang tua sebab banjir yang melanda Kota Gorontalo sejak Rabu (10/7/2024).

Hingga kini jumlah bayi pengungsi di Rumah Dinas terus bertambah, kemarin Kamis (11/7/2024,  jumlah bayi pengungsi masih sepuluh orang.

Banjir semakin meninggi di beberapa titik Kota Gorontalo, semakin banyak yang datang ke Rudis Wali Kota.

Petugas Kesehatan, Puspita Nggulle mengungkapkan pihaknya terus memantau kondisi bayi-bayi tersebut.


Baca Selengkapnya

Identitas 26 Korban Meninggal Dunia Akibat Longsor Tambang Emas Ilegal Suwawa Gorontalo

Jasad korban longsor tambang Suwawa dibawa menuju Posko Induk Tim SAR Gorontalo, Selasa (9/7/2024).
Jasad korban longsor tambang Suwawa dibawa menuju Posko Induk Tim SAR Gorontalo, Selasa (9/7/2024).((Foto: TribunGorontalo.com/Arianto))

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Korban meninggal dunia akibat longsor tambang emas ilegal di Desa Tulabolo, Kecamatan Suwawa Timur, Provinsi Gorontalo, kini berjumlah 26 orang. 

Sebelumnya korban terdapat Basarnas Gorontalo hanya 23 orang.

Tiga korban jiwa itu ditemukan oleh tim evakuasi pada pencarian hari keenam pada Jumat (12/7/2024). 

"Tim SAR Gabungan yang berada di titik bor 1 berhasil menemukan 3 jenazah yang belum teridentifikasi. Jadi, korban meninggal dunia bertambah 3 menjadi 26 orang," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo, Heriyanto, dalam siaran pers Basarnas RI, Jumat (12/7/2024).

Menurutnya, tiga jenazah yang telah dievakuasi dari lokasi penemuan itu langsung dibawa menggunakan helikopter menuju Polda Gorontalo untuk diautopsi di RS Bhayangkara Gorontalo.


Baca Selengkapnya


(*)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved