Longsor Tambang Emas Suwawa
Identitas 26 Korban Meninggal Dunia Akibat Longsor Tambang Emas Ilegal Suwawa Gorontalo
Korban meninggal dunia akibat longsor tambang emas ilegal di Desa Tulabolo, Kecamatan Suwawa Timur, Provinsi Gorontalo, kini berjumlah 26 orang.
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Jasad-korban-longsor-tambang-Suwawa-dibawa-menuju-Posko.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Korban meninggal dunia akibat longsor tambang emas ilegal di Desa Tulabolo, Kecamatan Suwawa Timur, Provinsi Gorontalo, kini berjumlah 26 orang.
Sebelumnya korban terdapat Basarnas Gorontalo hanya 23 orang.
Tiga korban jiwa itu ditemukan oleh tim evakuasi pada pencarian hari keenam pada Jumat (12/7/2024).
"Tim SAR Gabungan yang berada di titik bor 1 berhasil menemukan 3 jenazah yang belum teridentifikasi. Jadi, korban meninggal dunia bertambah 3 menjadi 26 orang," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo, Heriyanto, dalam siaran pers Basarnas RI, Jumat (12/7/2024).
Menurutnya, tiga jenazah yang telah dievakuasi dari lokasi penemuan itu langsung dibawa menggunakan helikopter menuju Polda Gorontalo untuk diautopsi di RS Bhayangkara Gorontalo.
Heriyanto juga menjelaskan, pihaknya mencatat masih ada 19 korban yang hilang dalam longsor tersebut dan akan terus dicari oleh tim gabungan sampai saat ini.
“Dalam pencarian masih ada 19 orang. Dan terkonfirmasi hingga hari ini korban selamat bertambah 135 orang jadi total yang selamat 280 orang,” kata Heriyanto.
Di tempat berbeda, Karodokpol Pusdokkes Polri, Brigjen Pol dr Nyoman Eddy Purnama Wirawan mengungkapkan dua identitas korban jiwa berhasil diidentifikasi.
"Dari 3 korban jiwa itu hanya ada dua korban yang bisa didentifikasi identitasnya melalui sidik jari," ungkap Nyoman Eddy Purnama Wirawan.
Diketahui longsor terjadi di area tambang emas ilegal pada Sabtu (6/7/2024) malam hingga Minggu (7/7/2024) dini hari Wita.
Lokasi kejadian berada di Desa Tulabolo, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango. Berjarak sekira 50 kilometer dari ibu kota Provinsi Gorontalo.
Kepala Desa Tulabolo, Kambang Maku, mengatakan, longsor diawali banjir akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur desa tersebut.
Hingga Sabtu (13/7/2024), total korban meninggal dunia tercatat 26 orang. Sebanyak 93 orang selamat dan 29 orang dalam pencarian.
Sebagian korban dievakuasi menggunakan helikopter milik Polri.
Evakuasi korban melibatkan tim dari Basarnas bersama puluhan polisi dan prajurit TNI serta relawan.