Jumat, 27 Maret 2026

Longsor Tambang Emas Suwawa

BREAKING NEWS Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian Korban Longsor di Tambang Ilegal Suwawa Gorontalo

- Tim SAR gabungan akan menghentikan pencarian korban longsor tambang emas ilegal di Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo pada Sabtu 13

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Ponge Aldi
zoom-inlihat foto BREAKING NEWS Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian Korban Longsor di Tambang Ilegal Suwawa Gorontalo
TRIBUNGORONTALO/HERJIANTO TANGAHU
Suasana rapat sejumlah jajaran dalam memutuskan status tanggap darurat, pencarian korban bencana longsor tambang emas Desa Tulabolo, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, Jumat (12/7/2024).  

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Tim SAR gabungan akan menghentikan pencarian korban longsor tambang emas ilegal di Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo pada Sabtu 13 Juli 2024

Diketahui, longsor terjadi di tambang emas ilegal di Desa Tulabolo, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango pada Minggu (7/7/2024) subuh.

Data dihimpun TribunGorontalo.com,pada Jumat (12/7/2024), korban meninggal sudah mencapai 27 orang sedangkan korban hilang mencapai 31 orang.

Keputusan penghentian pencarian tersebut diputuskan oleh pemerintah Kabupaten Bone Bolango, Pemprov Gorontalo, Polda Gorontalo, Korem 133/NW, Basarnas, dan sejumlah forkopimda dan organisasi perangkat daerah (OPD). 

"Dihentikan setelah tujuh hari tanggap darurat operasi pencarian, sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) Basarnas," ujar Rudi Salahudin, Pj Gubernur Gorontalo

Hal itu kata Rudi, dengan mempertimbangkan sejumlah indikator dalam proses pencarian. 

"Tujuh hari ini sudah tidak efektif lagi, dan juga tidak ada lagi tanda-tanda yang masih hidup," ungkapnya. 

Tindak lanjut setelah penutupan pencarian, menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten Bone Bolango.

Rudi menyebut, Bupati Bone Bolango Merlan Uloli, harus berkoordinasi lebih lanjut dengan Kepala Kantor SAR Gorontalo, Heriyanto. 

"Selain itu kita juga sudah sepakati untuk mengundang seluruh keluarga korban, yang berstatus masih dalam pencarian," imbuhnya. 

Hal itu menjadi kelengkapan administrasi penutupan proses pencarian. Bupati Bone Bolango Merlan Uloli meminta maaf atas segala kekurangan dalam proses pencarian. 

"Logistik dan lain sebagainya, keuangan daerah kami sangat terbatas," tukasnya. 

Dia meminta maaf atas segala kesalahan yang dilakukan oleh OPD-OPD Teknisi, yang menangani masalah tersebut. 

"Ini kejadian yang betul-betul di luar kemampuan kami," curhat Merlan. 

Diketahui, lokasi kejadian berada di Desa Tulabolo, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango. Berjarak sekitar 50 kilometer dari ibu kota Provinsi Gorontalo.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved