Banjir di Kota Gorontalo

2.000 Orang Terdampak Banjir di Kota Gorontalo Berhasil Dievakuasi

Sebanyak 2.000 warga Kota Gorontalo berhasil dievakuasi sejak banjir melanda pada Rabu (10/07/2024) lalu Jumat (12/07/2024) hari ini

|
Penulis: Rahman Halid | Editor: Ponge Aldi
TRIBUNGORONTALO/RAHMAN HALID
Kabid Penanggulangan Bencana Bidang Kedaruratan BPBD Provinsi Gorontalo Mohamad Tahir Laendeng Saat diwawancarai oleh tribungorontalo.com, Jumat (12/07/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, GORONTALO- Sebanyak 2.000 warga Kota Gorontalo berhasil dievakuasi sejak banjir melanda pada Rabu (10/07/2024) lalu Jumat (12/07/2024) hari ini

"Kalau ditotalkan sekitar 2000 orang. Tapi akan tetap terus bertambah karena banjir belum surut," tandas Penata Penanggulangan Bencana Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo, Mohamad Tahir Laendeng (55),kepada tribungorontalo.com, Jumat (12/07/2024).

Saat ini ungkap Mohamad, banjir yang terjadi telah merendam 26 kelurahan di Kota Gorontalo dan menjadikannya banjir terparah di kota Gorontalo sejak 2006 

"Kalau tahun 2006 hanya wilayah kampung Bugis dan Kelurahan Siendeng dan Molosipat, kalau 2024 yang tergenang 26 kelurahan," imbuhnya.

Untuk saat ini dari 26 kelurahan yang terdampak, evakuasi dilakukan secara bertahap sejak awal bencana.

"Evakuasi masih terus dilakukan dengan koordinasi yang baik antara BPBD, relawan, dan pihak terkait lainnya," ungkapnya.

Fokus utama yang dijalankan saat ini adalah menyediakan bantuan dan tempat pengungsian yang aman bagi warga yang terdampak banjir.

"Kami terus memonitor perkembangan banjir dan bekerja sama dengan pemerintah daerah serta relawan untuk memastikan semua warga yang membutuhkan evakuasi dan bantuan mendapatkan perhatian maksimal," paparnya.

Penyebab utama dari banjir ini jelas Mohamad juga karena cuaca ekstrem yang tidak menentu dan pengaruh dari fenomena La Nina di wilayah Sulawesi.

"Curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir telah menyebabkan sungai-sungai di Kota Gorontalo meluap dan membanjiri permukiman warga," jelasnya.

Warga yang telah dievakuasi ditempatkan sementara di tempat-tempat pengungsian yang telah disediakan oleh pemerintah setempat.

"Upaya penyediaan logistik, pangan, dan pelayanan kesehatan juga terus diperkuat untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi," tutupnya. (*/adv)
 
 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved