Senin, 16 Maret 2026

Longsor Tambang Emas Suwawa

Cerita Warga Desa Tulabolo Timur, Banyak Penambang Turun Gunung Saat Longsor Tambang Gorontalo

Banyak penambang emas di Desa Tulabolo Timur, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango Gorontalo turun gunung saat terjadi longsor. 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Ponge Aldi
zoom-inlihat foto Cerita Warga Desa Tulabolo Timur, Banyak Penambang Turun Gunung Saat Longsor Tambang Gorontalo
TRIBUNGORONTALO/ARIANTO PANAMBANG
Kondisi terkini Jembatan Monu Desa Tulabolo Timur, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo Selasa (9/7/2024). Jembatan ini menjadi jalur evakuasi yang dilewati tim SAR dan penambang. Jembatan ini sempat putus pada Minggu (7/7/2024) 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Banyak penambang emas di Desa Tulabolo Timur, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango Gorontalo turun gunung saat terjadi longsor. 

Angki, warga Desa Desa Tulabolo Timur mengatakan ada banyak penambang yang turun gunung saat terjadi longsor pada Minggu pagi

"Saat terjadi longsor itu memang banyak yang turun pak, ada mungkin ribuan orang," ungkap Angki, di Jembatan Monu menuju lokasi tambang pada Selasa (9/7/2024)

Angki mengatakan longsornya tambang Suwawa terjadi pada pada Minggu 7 Juli 2024 pukul 03.00 dini hari. Penambang sudah mulai turun dari lokasi tambang pada pukul 06.30 Wita

"Mereka turun semua, banyak sekali orang. Saya yang membantu mereka menyeberang di Jembatan Monu," jelasnya

Turunnya para penambang itu berlangsung sekitar 24 jam, mereka turun berkelompok

"Pokoknya di Minggu pagi itu membludak, banyak yang turun, pagi ada, siang penambang turun ada lagi, sore ada sampai subuh hari senin juga masih banyak yang turun," ungkapnya

Angki mengatakan  Jembatan Monu di Desa Tulabolo Timur itu putus dan tidak bisa dilewati oleh penambang maupun kendaraan roda dua pada Minggu pagi

"Putus karena hujan deras sekitar jam 4 subuh Minggu pagi, jadi sungai meluap naik, jadi jembatan ini sudah dibawa arus sungai," jelasnya

"Posisinya karena sudah banyak penambang yang mengantre jadi kami di jembatan ini membuat jembatan darurat dari dua batang kayu," tambahnya

Katanya, proses penyeberangan di jembatan itu juga harus dilakukan hati-hati, pasalnya derasnya arus sungai deras bisa menyeret penambang

Angki bersama 25 rekannya bekerja sama membantu para penambang menyeberangi jembatan darurat dengan saling berpegangan. 

"Satu sampai tiga orang sekali menyeberang, kami pegang mereka supaya tidak jatuh, karena sungai masih deras waktu itu," tuturnya

Pipin, Warga Tulabolo Timur juga mengatakan para penambang itu merupakan korban selamat dari lokasi tambang emas. 

"Mereka itu selamat dari longsor," tegasnya

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved