Longsor Tambang Emas Suwawa
Cerita Warga Desa Tulabolo Timur, Banyak Penambang Turun Gunung Saat Longsor Tambang Gorontalo
Banyak penambang emas di Desa Tulabolo Timur, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango Gorontalo turun gunung saat terjadi longsor.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Ponge Aldi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Jembatan-Monu-Desa-Tulabolo-Timur-Gorontalo-lll.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Banyak penambang emas di Desa Tulabolo Timur, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango Gorontalo turun gunung saat terjadi longsor.
Angki, warga Desa Desa Tulabolo Timur mengatakan ada banyak penambang yang turun gunung saat terjadi longsor pada Minggu pagi
"Saat terjadi longsor itu memang banyak yang turun pak, ada mungkin ribuan orang," ungkap Angki, di Jembatan Monu menuju lokasi tambang pada Selasa (9/7/2024)
Angki mengatakan longsornya tambang Suwawa terjadi pada pada Minggu 7 Juli 2024 pukul 03.00 dini hari. Penambang sudah mulai turun dari lokasi tambang pada pukul 06.30 Wita
"Mereka turun semua, banyak sekali orang. Saya yang membantu mereka menyeberang di Jembatan Monu," jelasnya
Turunnya para penambang itu berlangsung sekitar 24 jam, mereka turun berkelompok
"Pokoknya di Minggu pagi itu membludak, banyak yang turun, pagi ada, siang penambang turun ada lagi, sore ada sampai subuh hari senin juga masih banyak yang turun," ungkapnya
Angki mengatakan Jembatan Monu di Desa Tulabolo Timur itu putus dan tidak bisa dilewati oleh penambang maupun kendaraan roda dua pada Minggu pagi
"Putus karena hujan deras sekitar jam 4 subuh Minggu pagi, jadi sungai meluap naik, jadi jembatan ini sudah dibawa arus sungai," jelasnya
"Posisinya karena sudah banyak penambang yang mengantre jadi kami di jembatan ini membuat jembatan darurat dari dua batang kayu," tambahnya
Katanya, proses penyeberangan di jembatan itu juga harus dilakukan hati-hati, pasalnya derasnya arus sungai deras bisa menyeret penambang
Angki bersama 25 rekannya bekerja sama membantu para penambang menyeberangi jembatan darurat dengan saling berpegangan.
"Satu sampai tiga orang sekali menyeberang, kami pegang mereka supaya tidak jatuh, karena sungai masih deras waktu itu," tuturnya
Pipin, Warga Tulabolo Timur juga mengatakan para penambang itu merupakan korban selamat dari lokasi tambang emas.
"Mereka itu selamat dari longsor," tegasnya
| Respons Polda Gorontalo soal Tambang Emas Ilegal Suwawa Tewaskan 27 Orang dan 14 Hilang |
|
|---|
| Anggota DPRD Bone Bolango Sepakat Tambang Emas Ilegal Suwawa Ditutup Sementara |
|
|---|
| Jaga-jaga Ada yang Nekat, Penutupan Tambang Emas Suwawa Gorontalo Diperketat |
|
|---|
| Kisah Jurnalis Gorontalo Meliput Longsor Tambang Emas, 5 Jam Jalan Kaki hingga Jatuh ke Lumpur Hidup |
|
|---|
| Bukan Bencana Alam Biasa, 2 Dosen Geologi UNG Gorontalo Ungkap Penyebab Longsor Tambang Suwawa |
|
|---|