Rabu, 25 Maret 2026

Pemkab Bone Bolango

Pemkab Bone Bolango Gorontalo Uji Coba WFA Setiap Jumat, Efisiensi BBM dan Listrik Target Utama

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, mulai menerapkan skema Work From Anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Pemkab Bone Bolango Gorontalo Uji Coba WFA Setiap Jumat, Efisiensi BBM dan Listrik Target Utama
TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
UJI COBA WFA -- Pegawai di Pemkab Bone Bolango masuk kantor pasca-Lebaran, Rabu (25/3/2026). (Sumber Foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga) 

Ringkasan Berita:
  • Pemkab Bone Bolango menerapkan WFA sejak Februari 2026 untuk menekan biaya operasional (listrik, air, dan BBM) serta memberikan fleksibilitas kerja bagi ASN
  • Untuk tahap awal, WFA hanya berlaku setiap hari Jumat. Pengaturan teknis diserahkan kepada pimpinan OPD masing-masing
  • Keberhasilan kebijakan ini bergantung pada Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Pemerintah akan melakukan evaluasi setelah tiga bulan untuk meninjau efektivitas kinerja ASN

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, mulai menerapkan skema Work From Anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai bagian dari upaya efisiensi anggaran dan fleksibilitas kerja.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bone Bolango, Iwan Mustapa, menegaskan bahwa kebijakan ini bukanlah bentuk pelonggaran kerja, apalagi libur bagi ASN.

“Pada prinsipnya, WFA ini bukan libur. Ini adalah fleksibilitas kerja ASN dalam mengatur mekanisme dan jam kerja, tetapi pelayanan publik tetap harus berjalan dan kinerja tetap harus ada,” ujar Iwan Mustapa saat diwawancarai, Rabu (25/3/2026).

Sekda menjelaskan bahwa penerapan WFA di Bone Bolango terbilang masih baru. Pemerintah daerah setempat baru menjalankan skema ini sejak awal Februari 2026 atau sekitar dua bulan terakhir.

Berbeda dengan sejumlah daerah lain yang telah lebih dulu menerapkan pola kerja fleksibel, Bone Bolango memilih melakukan kajian internal terlebih dahulu sebelum kebijakan dijalankan.

“Setelah tiga bulan pelaksanaan, ini akan kita evaluasi apakah efektif atau efisien,” ujarnya.

Menurut Iwan, salah satu pijakan utama kebijakan WFA adalah efisiensi belanja operasional pemerintah daerah di tengah keterbatasan sumber daya dan tuntutan pengelolaan anggaran yang lebih hemat. Namun, ia mengingatkan bahwa efisiensi tidak boleh mengorbankan kualitas pelayanan publik.

“Jangan sampai efisiensi ini justru membuat layanan publik terganggu, produktivitas menurun, atau kinerja ASN tidak optimal. Itu yang tidak kita harapkan,” tegas Iwan.

Baca juga: ASN Pemkab Gorontalo WFA 3 Hari, Sekda Sugondo Pastikan Layanan Publik Tetap Berjalan

WFA Berlaku Setiap Jumat

Wawancara dengan Sekda Bone Bolango, Gorontalo Iwan Mustapa
UJI COBA WFA -- Wawancara dengan Sekda Bone Bolango, Gorontalo Iwan Mustapa, Rabu (25/3/2026). Pemkab Bone Bolango bakal uji coba WFA setiap Jumat. (Sumber foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga)

Untuk tahap awal, Pemkab Bone Bolango menetapkan satu hari dalam sepekan sebagai hari pelaksanaan WFA, yakni setiap Jumat. Pengaturan teknis pelaksanaan diserahkan kepada masing-masing pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan mempertimbangkan karakteristik pekerjaan di tiap instansi.

“Pengendaliannya langsung oleh pimpinan perangkat daerah. Kita melihat karakteristik kerja masing-masing OPD,” jelas Iwan.

Ia menegaskan bahwa OPD yang bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat—seperti sektor kesehatan, pendidikan, dan administrasi kependudukan—tetap harus memberikan layanan secara normal.

“Layanan kesehatan, dukcapil, dan pendidikan tetap berjalan seperti biasa. Pengaturannya dilakukan secara internal oleh pimpinan OPD,” tambahnya.

Sementara itu, untuk OPD yang lebih banyak menjalankan fungsi administratif, fleksibilitas kerja bisa diterapkan dengan berbagai skema, termasuk pembagian sif atau kerja terkoordinasi di lokasi tertentu.

Di balik fleksibilitas kerja ini, Pemkab Bone Bolango juga menghadapi tantangan dalam hal pengawasan dan pengendalian kinerja ASN. Iwan mengakui bahwa memastikan ASN tetap produktif saat bekerja dari luar kantor menjadi tantangan utama.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved