iduladha di Gorontalo
Harga Sapi di Bone Bolango Gorontalo, Limosin Dijual Rp18 Juta per Ekor
Penjualan sapi kurban di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, mulai ramai menjelang Hari Raya Iduladha 2026.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sapi-kurban-milik-Ibrahim-Idrus.jpg)
Ringkasan Berita:
- Menjelang Iduladha 2026, pedagang di Tilongkabila, Bone Bolango menawarkan sapi kurban jenis limosin seharga Rp18 juta per ekor dan jenis Peranakan Ongole (PO) seharga Rp17 juta per ekor
- Guna mengantisipasi kelangkaan stok, banyak warga yang memesan sapi kurban sejak satu hingga dua bulan sebelumnya menggunakan sistem down payment (DP)
- Fasilitas Penitipan Gratis: Pembeli umumnya memilih untuk menitipkan sapi yang telah dipesan di kandang milik pedagang (Ibrahim Idrus)
TRIBUNGORONTALO.COM – Penjualan sapi kurban di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, mulai ramai menjelang Hari Raya Iduladha 2026.
Sejumlah warga bahkan sudah memesan sapi sejak satu hingga dua bulan sebelum hari penyembelihan.
Hal itu disampaikan oleh Ibrahim Idrus, warga Desa Tunggulo Selatan, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, saat diwawancarai TribunGorontalo.com, Senin sore (25/5/2026).
Di kandang miliknya, beberapa ekor sapi tampak disiapkan untuk memenuhi kebutuhan kurban tahun ini. Jenis sapi yang dipasarkan beragam, mulai dari Peranakan Ongole (PO), sapi Bali, hingga jenis limosin.
Ibrahim mengatakan, sapi yang paling banyak dicari pembeli adalah sapi jantan karena diperuntukkan bagi ibadah kurban.
"Yang dijual itu cuma sapi jantan. Kalau yang betina tidak dijual," ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini terdapat beberapa ekor sapi yang siap dipasarkan, terdiri dari dua ekor sapi jenis limosin dan dua ekor jenis PO. Untuk harga, sapi limosin dijual Rp18 juta per ekor, sedangkan sapi jenis PO dipasarkan seharga Rp17 juta.
"Kalau limousine Rp18 juta, sedangkan PO Rp17 juta," katanya.
Meski permintaan melonjak menjelang Iduladha, Ibrahim mengaku kenaikan harga sapi tidak terlalu signifikan dibanding hari biasa. Menurutnya, selisih harga hanya berkisar Rp500 ribu per ekor.
"Kalau bukan musim kurban, harganya beda sekitar Rp500 ribu saja," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kenaikan harga tersebut masih tergolong normal karena peningkatan permintaan baru terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Selain masalah harga, sistem pembelian sapi kurban di Gorontalo kini banyak menggunakan metode down payment (DP) atau uang muka. Menurut Ibrahim, banyak warga memilih memesan sapi lebih awal agar tidak kehabisan stok menjelang Iduladha.
Baca juga: Wali Kota Gorontalo Geram Namanya Dicatut Oknum PPPK RSUD Otanaha, Adhan Dambea: Itu Kurang Ajar
"Ada yang pesan satu bulan sampai dua bulan sebelum hari kurban," ungkapnya.
Ia menjelaskan, pembeli biasanya memberikan uang muka terlebih dahulu sebagai tanda jadi. Besaran nilai DP tersebut bergantung pada kesepakatan antara penjual dan pembeli.