iduladha di Gorontalo
Harga Sapi di Bone Bolango Gorontalo, Limosin Dijual Rp18 Juta per Ekor
Penjualan sapi kurban di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, mulai ramai menjelang Hari Raya Iduladha 2026.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sapi-kurban-milik-Ibrahim-Idrus.jpg)
"Kadang ada yang bayar setengah dulu, nanti sisanya dilunasi saat mau diambil," katanya.
Meski statusnya sudah terjual, sebagian besar sapi tetap dititipkan di kandang penjual hingga mendekati hari penyembelihan. Hal itu dilakukan agar pembeli tidak perlu repot mengurus pakan dan perawatan ternak.
"Mereka biasanya ambil satu atau dua hari sebelum kurban supaya tidak repot kasih makan lagi," ujar Ibrahim.
Ia menambahkan, pembeli sebenarnya diperbolehkan membawa pulang sapi lebih awal setelah transaksi selesai dilakukan. Namun, kebanyakan warga memilih mengambilnya sesaat sebelum Iduladha agar lebih praktis.
Ketika ditanya mengenai asal-usul sapi tersebut, Ibrahim menyebutkan bahwa ia membelinya dari masyarakat lokal saat ukurannya masih kecil, kemudian dipelihara hingga besar.
"Jadi saya beli dari yang kecil dulu hinga besar kemudian saya jual. Saya putar-putar begitu terus," bebernya.
Seiring semakin dekatnya Hari Raya Iduladha, aktivitas penjualan sapi kurban di wilayah Tilongkabila diperkirakan akan kian padat dalam beberapa hari ke depan.
Berdasarkan pantauan awak media TribunGorontalo.com di lapangan, sapi-sapi kurban tersebut ditempatkan di kandang beratap seng. Hewan ternak ini tampak gemuk dan besar, serta dalam kondisi siap untuk dikurbankan. Di dalam kandang milik Ibrahim, terlihat beberapa variasi warna sapi, mulai dari yang berwarna hitam hingga kecokelatan. (*/Jefri)