Pemkab Bone Bolango
WFA di Bone Bolango Gorontalo: Efisien bagi Pegawai, Tantangan Petugas Lapangan
Kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diterapkan pemerintah pusat mulai dirasakan dampaknya oleh pegawai daerah
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pegawai-di-Pemkab-Bone-Bolango-masuk-kantor.jpg)
Ringkasan Berita:
- Fleksibilitas dan Efisiensi – Pegawai PPPK menilai WFA membantu mengurangi biaya harian, terutama transportasi dan konsumsi.
- Keterbatasan di Lapangan – Pekerjaan yang menuntut kehadiran fisik, seperti Prokopim dan dokumentasi kegiatan, tetap harus dilakukan langsung.
- Dampak Berbeda di Kantor – Suasana kantor bupati lebih lengang, sementara pelayanan publik di Mall Pelayanan Publik tetap berjalan normal karena berhadapan langsung dengan masyarakat.
TRIBUNGORONTALO.COM – Kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diterapkan pemerintah pusat mulai dirasakan dampaknya oleh pegawai daerah, termasuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.
Bagi sebagian pegawai, WFA memberi ruang kerja lebih fleksibel sekaligus membantu menekan pengeluaran harian.
Namun, tidak semua pekerjaan bisa menyesuaikan dengan pola kerja ini, terutama yang menuntut kehadiran langsung di lapangan.
Lanto Ibrahim, pegawai Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Bone Bolango, menilai WFA cukup membantu dari sisi efisiensi.
“Kalau menurut saya, WFA ini sangat baik, apalagi untuk PPPK paruh waktu,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).
Menurutnya, kebijakan ini mengurangi beban biaya harian, khususnya transportasi dan konsumsi.
Ia mencontohkan, satu liter bensin seharga Rp15 ribu bisa digunakan hingga dua hari jika mobilitas tidak terlalu tinggi. Untuk makan, ia hanya mengeluarkan Rp15 ribu–Rp20 ribu per hari.
Meski begitu, Lanto menegaskan WFA tidak terlalu berdampak bagi pegawai Prokopim.
“Kami ini orang lapangan. Di mana ada kepala daerah, kami harus ada di situ.
Jadi sebenarnya kami sudah dari dulu ‘work from anywhere’, bukan hanya di kantor,” jelasnya.
Pendapat serupa dilontarkan Sandi Djafar, editor video di Dinas Kominfo Bone Bolango.
Ia menilai WFA memberi fleksibilitas dalam mengatur waktu dan lokasi kerja, sekaligus menghemat biaya transportasi.
Dalam sebulan, pengeluaran bensin bisa mencapai Rp600 ribu–Rp900 ribu, tergantung intensitas mobilitas.
Namun, Sandi mengakui pekerjaannya tidak sepenuhnya bisa dilakukan jarak jauh.