Longsor Tambang Emas Suwawa

Jarak Lokasi Longsor Tambang Suwawa Gorontalo, Harus Jalan Kaki Selama 5 Jam

Jarak lokasi longsor tambang emas Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo mencapai 49,7 Kilometer dari pusat Kota Gorontalo.

|
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Ponge Aldi
Korem 133/Nani Wartabone
Tim evakuasi korban tambang longsor di Gorontalo Jalan Kaki Lewati Jurang Hingga Aliran Sungai 

Tim gabungan Basarnas Gorontalo bekerja sama dengan TNI-Polri tengah berusaha membuka jalan.

"Kita akan meminta tim bantuan untuk ke lokasi karena kemungkinan aksesnya cukup sulit dan korbannya cukup banyak," jelasnya.

Potret tim evakuasi mengevakuasi korban longsor tambang Suwawa di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo pada Selasa (9/7/2024).
Potret tim evakuasi mengevakuasi korban longsor tambang Suwawa di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo pada Selasa (9/7/2024). (TribunGorontalo.com/Arianto)

Tim Evakuasi Korban Longsor Tambang Suwawa Gorontalo Jalan Kaki, Lewati Jurang hingga Sungai

Evakuasi korban longsor di Tambang Emas Desa Tulabolo Timur, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango Gorontalo terus dilakukan.

Jumlah korban kian bertambah. Mulai kondisi meninggal dunia, selamat, hingga dalam pencarian.

Upaya pencarian terkendala oleh kondisi tanah yang labil dan cuaca yang tidak bersahabat.

Hujan deras yang mengguyur lokasi longsor beberapa hari terakhir ini semakin mempersulit proses evakuasi.

"Meskipun kondisi sulit, kami tidak akan menyerah dan terus berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan para korban," ujar Komandan Korem 133/Nani Gorontalo, Brigjen TNI Hari Pahlawantoro, saat meninjau lokasi longsor pada Selasa (9/7/2024).

Dandim 1304/Gorontalo, Letkol Arm Asep Ridwan, mengatakan tanah longsor di area pertambangan Titik Bor 1 dan Km 18. Untuk menjangkau lokasi itu harus melalui jalan setapak.

"Sepanjang 10 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 8 jam berjalan kaki, dengan kondisi medan yang sulit berupa hutan, jurang, lereng, serta melintasi beberapa aliran sungai,” ungkapnya.

“Ditambah lagi di lokasi tidak terjangkau sinyal telepon sehingga menambah tingkat kesulitan dalam pelaksanaan evakuasi dan pencarian tersebut,” lanjutnya.

Namun sulitnya medan yang harus dilalui dan kendala komunikasi tersebut, tidak menyurutkan personel Kodim 1304/Gorontalo untuk memberikan bantuan berupa pencarian dan evakuasi terhadap korban tanah longsor.

“Kita menurunkan personel dari Koramil terdekat yaitu Koramil 1304-06/Suwawa Tengah, dan dipimpin langsung oleh Danramil Lettu Inf Sampe Kamasa dan melakukan evakuasi dan pencarian korban,” kata Letkol Asep Ridwan.

Selain itu, Lettu Inf Sampe Kamasa menjelaskan, selain membantu pencarian dan evakuasi, Kodim 1304/Gorontalo juga membantu proses pemakaman terhadap korban tanah longsor tersebut.

Dengan kejadian ini, Dandim 1304/Gorontalo mengimbau agar masyarakat lebih memperhatikan faktor keamanan dalam melakukan aktivitasnya, terutama di daerah yang rawan tanah longsor seperti di lereng-lereng pegunungan.

“Apalagi di wilayah Gorontalo saat ini, memasuki musim hujan dengan curah hujan tinggi dan di sertai angin kencang,” tandasnya. (Husnul/Arianto)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved