Berita Lingkungan
Delapan Organisasi Berkolaborasi Jaga Sumber Tangkapan Air Tahura BJ Habibie dan Hutan Nantu
Misi utama mereka adalah melindungi sumber daya air dari hulu ke hilir, mencakup wilayah dari Hutan Boliyohuto hingga Kecamatan Bilato.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Podcast-Ngobsesi-TribunGorontalocom-Kamis-2762024.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Delapan organisasi berkolaborasi menjaga sumber daya tangkapan air di Taman Hutan Raya (Tahura) BJ Habibie dan Suaka Margasatwa di hutan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo.
Misi utama mereka adalah melindungi sumber daya air dari hulu ke hilir, mencakup wilayah dari Hutan Boliyohuto hingga Kecamatan Bilato.
Proyek ini merupakan bagian dari program Global Environment Facility – Small Grants Programme (GEF-SGP) fase tujuh, dengan PKEPKL UNG sebagai host.
Abubakar Sidik Katili, anggota PKEPKL UNG, mengungkapkan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk menjaga sumber daya air di Tahura BJ Habibie dan wilayah sekitarnya.
"Aktivitas kami pada dasarnya kami membuat tagline yakni kolaborasi menjaga air di nantu tahura," ujar Abubakar saat hadir di Podcast Ngobsesi TribunGorontalo.com, Kamis (27/6/2024).
Selain di Tahura BJ Habibie, intervensi program ini juga mencakup Suaka Margasatwa di Desa Bondula, Bihe, Panggahu, dan Tamilo.
"Intinya, program ini menjaga kondisi keberadaan atau keberlangsungan hutan di wilayah nantu dan Tahura," tegas Abubakar.
Kolaborasi ini penting karena keberadaan hutan sangat berpengaruh terhadap daerah tangkapan air di wilayah bawahnya.
"Kita bisa lihat sekarang ya, banyak terjadi bencana itu karena aktivitas yang masif dilakukan di hulu sehingga memberikan efek besar ke hilirnya," jelas Abubakar.
Sementara itu, Puput Pakaya dari Wire-G, penerima hibah GEF-SGP, menjelaskan bahwa mereka memberikan pendampingan khusus di dua desa di Kabupaten Gorontalo, yaitu Dusun Buyu'o di Desa Pangahu dan Dusun Limu di Desa Bihe.
"Kami fokus pada pendampingan kaum perempuan, generasi muda, serta ketahanan ekologi dan sosial," ungkap Puput.
Wire-G memiliki empat tujuan khusus: pengaruh kesamaan gender dalam pembangunan, penguatan kapasitas perempuan dan generasi muda, pendidikan lingkungan, dan sertifikasi pangan.
Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terutama bagi masyarakat di hilir yang sering terdampak oleh aktivitas di hulu.
Dengan kolaborasi ini, delapan organisasi tersebut berharap dapat menjaga keberlangsungan sumber daya air dan hutan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem. (*)
| Banjir Pohuwato Tak Bisa Disalahkan ke PETI Saja, Ini Kata WALHI Gorontalo |
|
|---|
| Gercep! Tim Kebersihan Pastikan Sampah Sisa Tahun Baru di Kota Gorontalo Tak Kesiangan |
|
|---|
| TPA Talumelito Gorontalo Masih Andalkan Cara 'Kuno' Kelola Sampah, Anggaran Tak Sampai Rp 1 Miliar |
|
|---|
| Tumpukan Sampah di Danau Limboto Kian Mengkhawatirkan, Warga dan Nelayan Mengeluh Bau Busuk |
|
|---|
| Jadi Rest Area Burung Migran dari Berbagai Negara, Kondisi Danau Limboto Gorontalo Disorot Aktivis |
|
|---|