Kamis, 5 Maret 2026

Banjir Gorontalo

Pengusaha Ikan di Bantaran Sungai Bone Merugi, Kolam Diterjang Banjir Gorontalo

Pantauan TribunGorontalo.com, masih ada beberapa warga yang meminta bantuan dari aparat kepolisian untuk mengamankan barang-barang berharga mereka. 

Tayang:
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Pengusaha Ikan di Bantaran Sungai Bone Merugi, Kolam Diterjang Banjir Gorontalo
TribunGorontalo.com
Sungai Bone jadi salah satu sungai terbesar di Kota Gorontalo. Meski begitu, tak mampu menampung limpahan air dari Pinogu. Luapan sungai inipun menerjang sejumlah daerah di bantaran, Kamis (20/6/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Bone Bolango -- Banjir bandang melanda Desa Lompoto'o, Kecamatan Suwawa Tengah, Kabupaten Bone Bolango, Kamis (20/6/2024), membuat rugi pengusaha ikan.

Akibat meluapnya Sungai Bone, sejumlah kolam ikan milik warga hancur diterjang. Kerugian ditaksair mencapai puluhan juta rupiah.

Menurut Irwan Ibrahim, salah satu warga Suwawa Tengah, banjir datang secara tiba-tiba dan tak terduga.

"Banyak kerugian di sana, orang-orang punya ikan kolamnya hancur, tidak bisa diprediksi, tapi sekitar puluhan juta," ungkap Irwan.

Baca juga:

Penyebab hancurnya kolam ikan ini adalah karena lokasinya yang berada di bantaran Sungai Bone.

"Jadi memang hancur diterjang air yang meluap," jelas Irwan.

Meluapnya Sungai Bone pasca wilayah Gorontalo diguyur hujan sejak Rabu (19/6/2024).

Sungai Bone meski memiliki lebar yang cukup, nyatanya tak bisa menampung debit air dari pegunungan Pinogu, Bone Bolango. 

Akibatnya, air yang mestinya dibuang ke Teluk Tomini, meluap dan menerjang rumah-rumah warga yang ada di bantaran. 

Banjir di Kota Gorontalo

Aparat Polresta Gorontalo Kota dikerahkan mengevakuasi sejumlah korban banjir bandang di Kota Gorontalo, Kamis (20/6/2024). 

Satu peleton anggota kepolisian itu dipimpin oleh Kasat Samapta, Kompol Asli dan Kabag Ops, Kompol Suharjo. 

Suharjo menjelaskan, bahwapersonil itu fokus membantu warga mengevakuasi barang berharga yang terendam banjir sejak pagi dini hari tadi. 

Selain itu, aparat kepolisian juga turut mematroli kondisi banjir yang saat ini masih melanda dua kecamatan di Kota Gorontalo itu.

"Jadi kami tadi ini habis angkat-angkat barang para warga yang berada di Aspol yang kebetulan juga beberapa rumah terendam dan saat ini kami juga memantau banjir yang berada di Kelurahan Bugis," ujar Suharjo saat ditemui di lokasi banjir, Kamis (20/6/2024).

Baca juga:

Pantauan TribunGorontalo.com, masih ada beberapa warga yang meminta bantuan dari aparat kepolisian untuk mengamankan barang-barang berharga mereka. 

Banyak pula pakaian hingga harta benda yang terendam banjir, sehingga polisi turut membantu mengevakuasi. 

Puluhan personel Polresta Gorontalo Kota ini menyisir rumah warga dengan berjalan kaki untuk mengevakuasi warga serta menyelamatkan barang-barang berharga dari rumah-rumah yang terendam. 

"Kami berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan harta benda warga, terutama dokumen penting, barang elektronik, dan perabot rumah tangga," lanjut Suharjo. 

Berdasarkan data dari kepolisian terdapat 2 kecamatan yang terendam banjir sejak pagi dini hari tadi. Kecamatan Dumbo Raya dan Kota Timur, Gorontalo. 

"Yang terdata oleh kami itu baru di sekitaran wilayah yang dilewati Sungai Bone," jelasnya. 

Sementara, aparat kepolisian juga telah berkoordinasi dengan pemerintah kota untuk membantu asupan makanan cepat saji kepada warga yang terdampak oleh banjir itu. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved