Sabtu, 7 Maret 2026

Berita Pohuwato

24 Peristiwa Bencana Banjir dan Longsor Terjadi di Pohuwato Gorontalo Sepanjang 2024

BPBD Kabupaten Pohuwato, Gorontalo menyebut terjadi 24 peristiwa bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi Januari hingga Mei 2024.

Tayang:
Penulis: Rahman Halid | Editor: Ponge Aldi
zoom-inlihat foto 24 Peristiwa Bencana Banjir dan Longsor Terjadi di Pohuwato Gorontalo Sepanjang 2024
Abdul Halim Amrain, Kades Puncak Jaya
Banjir kembali melanda Desa Puncak Jaya, Kecamatan Taluditi, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, Senin (22/04/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, POHUWATO- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pohuwato, Gorontalo menyebut terjadi 24 peristiwa bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi Januari hingga Mei 2024.

Menurut data yang dirilis, sebanyak 23 peristiwa banjir dan 1 kasus tanah longsor terjadi di Kabupaten Pohuwato.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pohuwato, Abdul Muthalib Dunggio, mengungkapkan bahwa kasus banjir paling banyak terjadi di wilayah Kecamatan Taluditi dan Popayato.

"Informasi yang kami kumpulkan menunjukkan bahwa kecamatan Taluditi dan Popayato menjadi wilayah yang paling sering terdampak oleh banjir," ungkapnya kepada tribungorontalo.com, Selasa (28/05/2024).

Sementara itu, terkait dengan kasus tanah longsor,  Abdul menjelaskan bahwa hanya satu kejadian yang tercatat pada  Januari 2024.

Kejadian ini terjadi di wilayah Buntulia Barat dan mengakibatkan kerusakan pada sejumlah rumah.

"Kami mencatat hanya satu kasus tanah longsor, yang terjadi pada bulan Januari 2024 di wilayah Buntulia Barat. Kejadian ini menyebabkan sejumlah rumah mengalami kerusakan parah," tambahnya.

Abdul mengungkapkan bahwa saat ini BPBD Pohuwato sedang melakukan kajian secara akademis untuk menangani masalah banjir dan tanah longsor secara merata di Kabupaten Pohuwato.

"Tindakan proaktif diperlukan untuk menangani masalah banjir dan tanah longsor ini secara efektif. Saat ini, BPBD Pohuwato sedang melakukan kajian secara akademis untuk mengidentifikasi solusi terbaik dalam penanggulangan bencana ini," tegasnya.

Katanya, langkah ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai penyebab serta pola terjadinya banjir dan tanah longsor di Kabupaten Pohuwato.

Diharapkan dapat mengurangi risiko dan dampak dari bencana yang terjadi di wilayah Pohuwato.

Selain itu, Abdul juga menekankan pentingnya partisipasi aktif dari seluruh stakeholder, termasuk masyarakat, dalam upaya penanggulangan bencana.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk turut berperan aktif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan semua pihak terkait menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ini," tutupnya. (*/rahman) 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved