Presiden Iran Tewas
Pemerintahan Iran Dipastikan Berjalan Normal Meski Presiden Raisi Meninggal: Tanpa Gangguan
Pernyataan resmi kabinet yang dirilis pada Senin pagi menyatakan bahwa pelayanan pemerintah akan tetap berjalan sebagaimana yang diharapkan Ayatollah
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/1952024_Presiden-Iran-Ebrahim-Raisi-_-Tewas.jpg)
Sesuai konstitusi Iran, presiden sementara yang akan memimpin negara tersebut dipastikan adalah Mohammad Mokhber (68).
Mokhber adalah Wakil Presiden Pertama Iran yang akan memimpin dewan tiga orang yang terdiri dari ketua parlemen dan kepala kehakiman untuk mengorganisir pemilihan presiden baru dalam waktu 50 hari.
Lahir pada 1 September 1955, Mokhber dikenal dekat dengan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, yang memiliki kewenangan tertinggi dalam semua urusan negara.
Baca juga: Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Menlu Tewas dalam Kecelakaan Helikopter
Mokhber menjabat sebagai Wakil Presiden Pertama sejak tahun 2021 ketika Raisi terpilih sebagai presiden.
Latar Belakang dan Karier
Mokhber adalah bagian dari tim pejabat Iran yang mengunjungi Moskow pada bulan Oktober lalu dan menyetujui pasokan rudal permukaan-ke-permukaan serta drone tambahan untuk militer Rusia.
Tim tersebut juga mencakup dua pejabat senior dari Pengawal Revolusi Iran dan seorang pejabat dari Dewan Keamanan Nasional Tertinggi.
Sebelum menjabat sebagai Wakil Presiden Pertama, Mokhber memimpin Setad, sebuah dana investasi yang terkait dengan Pemimpin Tertinggi.
Pada tahun 2010, Uni Eropa memasukkan Mokhber dalam daftar sanksi karena dugaan keterlibatannya dalam kegiatan nuklir atau rudal balistik.
Namun dua tahun kemudian ia dihapus dari daftar tersebut. Pada tahun 2013, Departemen Keuangan AS memasukkan Setad dan 37 perusahaan yang diawasinya ke dalam daftar entitas yang dikenai sanksi. (*)