SMA Wira Bhakti Gorontalo
SMA Wira Bhakti Gorontalo Minta Keterangan 30 Siswa Korban Bully Senior
Sekolah Menengah Atas (SMA) Terpadu Wira Bhakti Gorontalo meminta keterangan 30 siswa yang sempat kabur karena diduga tidak kuat dengan bully seniorny
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Ponge Aldi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Tampak-Pintu-Gerbang-SMA-Wira-Bhakti-Gorontalo-tertutup-fff.jpg)
Eks Danramil di Gorontalo Utara itu juga mengatakan puluhan siswa yang kabur ini karena sudah tidak tahan dengan perlakuan seniornya.
"Saya sempat tanya mereka, katanya mereka sudah tidak tahan. Uangnya sering cepat habis karena sering dipalak sama seniornya, beli tisu, disuruh setrika, cuci piring seniornya," ungkapnya.
"Anak saya juga pernah sekolah di situ, karena dia tidak tahan dengan kelakuan seniornya, jadi saya pindahkan," jelasnya.
Kronologi
Pada saat ingin sholat, para siswa disebut mendapatkan perlakuan bullying.
"Mukena mereka diikat satu sama lain, mereka juga sering diminta untuk setrika baju senior dan nyuci piring senior padahal itu urusan pribadi masing-masing," ungkap keluarga siswa.
Tak hanya itu, para siswa juga dipaksa makan dengan porsi berlebihan dan harus dihabiskan.
"Padahal porsi itu tidak sesuai dengan porsi makan para siswa, takutnya siswa ini bisa kembung dan sakit karena dipaksa menghabiskan makanan itu," ucapnya.
"Bahkan kebutuhan senior seperti tisu dan kecap, para siswa ini disuruh belikan dengan uang mereka sendiri," tambahnya.
Selain itu perundungan lain yang dialami oleh siswa adalah sikap duduk sinden dengan posisi tumpuan badan berada di jari-jari kaki.
"Dan itu dilakukan selama berjam-jam, saking lamanya, posisi jari mereka itu lama kembali seperti semula," ujarnya.
Keluarga siswa mengaku sebenarnya kasus perundungan atau bullying ini sudah sempat dikeluhkan kepada orang tua siswa. Namun informasi keluhan tersebut tidak pernah sampai ke orang tua siswa.
"Kata siswa keluhan mereka gak disampaikan ke orang tua, tetapi jika surat itu hanya sebatas permintaan kebutuhan taruni didalam, pasti disampaikan ke orangtua," ungkap dia.
Keluarga korban menyadari sekolah tersebut merupakan pendidikan berbasis Taruna dan Taruni, namun ia berharap perlakuan ke siswa disesuaikan dengan umur dan tidak berlebihan.
"Hukuman yang gak memberikan pembelajaran positif dihilangkan, perundungan dihilangkan, yang buruk dihilangkan," tegasnya.
Rencananya 30 siswa yang melarikan diri dari asrama sekolah akan balik ke SMA Terpadu Wira Bhakti Gorontalo pada Senin (13/5/2024).
Sementara itu, TribunGorontalo.com berusaha meminta keterangan dari pihak SMA Terpadu Wira Bhakti Gorontalo, namun saat ini mereka enggan menerima tamu dari luar.
"Untuk media kami belum bisa menerima, sekarang juga masih proses pemeriksaan," ungkap satpam yang berjaga di pintu gerbang sekolah, Minggu (12/5/2024) pukul 13.31 Wita.
| Respons Polres Bone Bolango soal Kasus Perundungan di SMA Wira Bhakti Gorontalo |
|
|---|
| Viral Dugaan Bullying di SMA Wira Bhakti Gorontalo, 3 Permintaan Siswa Disetujui Pihak Sekolah |
|
|---|
| Tanggapan Orangtua Siswa SMA Wira Bhakti Gorontalo yang Diduga Di-bully Senior |
|
|---|
| Soal Perundungan di SMA Wira Bhakti Gorontalo, Pemerhati Singgung soal Peran Ortu dan Mental Anak |
|
|---|
| Ombudsman RI Gorontalo Usut Kasus Dugaan Perundungan Siswa SMA Wira Bhakti |
|
|---|