SMA Wira Bhakti Gorontalo
Ombudsman RI Gorontalo Usut Kasus Dugaan Perundungan Siswa SMA Wira Bhakti
Ombudsman RI Perwakilan Gorontalo akan melakukan pemeriksaan atas dugaan perundungan yang terjadi di SMA Wira Bhakti Gorontalo.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ombudsman-RI-akan-menyelidiki-kasus-dugaan-perundungan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Ombudsman RI Perwakilan Gorontalo akan mengusut dugaan perundungan siswa SMA Wira Bhakti Gorontalo.
Hal itu diungkapkan oleh Asisten Pemeriksa Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Gorontalo Andika R Yahya.
Langkah itu kata Andika, sebagai upaya melakukan pendalaman atas kasus yang belakangan telah menjadi atensi publik.
"Yang pasti kita akan melakukan langkah prefentif kepada pihak sekolah," ujar Andika saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com, Senin (13/5/2024).
Ia menyebut kasus perundungan memang menjadi fokus sosialisasi Ombudsman di sejumlah satuan pendidikan.
"Khusus di Bone Bolango, sebelumnya kita sempat melakukan sosialisasi di tingkatan SD dan SMP," terangnya.
Ia menuturkan, kasus perundungan patut menjadi perhatian semua satuan pendidikan terutama Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo.
"Hari Rabu atau Kamis ini kita akan turun, saat ini pihak sekolah masih mengadakan pertemuan secara internal," jelas Andika.
"Kasus perundungan semacam ini memang buka kali pertama, beberapa tahun lalu kita juga memeriksa sejumlah kasus yang terjadi di Gorontalo," ungkapnya.
Ia menyebut, pihak sekolah seharusnya memberi proteksi dan membentuk semacam pengaduan, untuk menghindari kasus bullying, perundungan, dan semacamnya.
"Karena bicara soal pelayanan pendidikan itu kompleks. Masalah tidak hanya antar adik kelas dan kakak kelas saja. Kadang antar siswa dan guru, atau orang tua dan guru," pungkasnya.
Sebelumnya puluhan siswa di Sekolah Menengah Atas (SMA) Terpadu Wira Bhakti (WB) Gorontalo kabur dari asrama sekolah.
Sebanyak 30 siswa itu kabur karena diduga sering dibully atau mendapatkan perundungan dari kakak kelasnya.
Hal itu terungkap setelah keluarga siswa membeberkan perlakuan yang dialami anaknya selama di sekolah.
Keluarga salah satu siswa SMA Terpadu Wira Bhakti mengatakan puluhan siswa itu kabur dari asrama sekolah sekira pukul 01.00 Wita, Jumat (10/5/2024) dini hari.