Sabtu, 7 Maret 2026

SMA Wira Bhakti Gorontalo

SMA Wira Bhakti Gorontalo Minta Keterangan 30 Siswa Korban Bully Senior

Sekolah Menengah Atas (SMA) Terpadu Wira Bhakti Gorontalo meminta keterangan 30 siswa yang sempat kabur karena diduga tidak kuat dengan bully seniorny

Tayang:
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Ponge Aldi
zoom-inlihat foto SMA Wira Bhakti Gorontalo Minta Keterangan 30 Siswa Korban Bully Senior
TRIBUNGORONTALO/ARIANTOPANAMBANG
Tampak Pintu Gerbang SMA Wira Bhakti Gorontalo tertutup. 

"Para siswa itu kabur lewat selokan besar, tinggi airnya sekitar selutut, mereka melewati seperti rawa-rawa begitu dan tembus ke arah sawah dan jalan," ungkapnya kepada wartawan, Minggu (12/5/2024).

Setelah berada di area jalan, puluhan siswa berusaha mencari pertolongan dengan meminjam handphone warga.

Bahkan tiga orang siswa lainnya sempat terpisah dari rombongan siswa lainnya, bahkan hampir diganggu oleh preman di area itu.

Beruntungnya ketiga siswa itu bertemu kembali dengan rombongan di salah satu kantor desa di Bone Bolango.

"Mereka ketemu seorang kakek dan meminjam hp-nya, tapi hp kakek itu tidak bisa digunakan untuk download aplikasi Instagram. Akhirnya kakek mengajak mereka ke rumahnya dan meminjamkan hp anaknya," paparnya.

Akhirnya para siswa ini mengunakan hp tersebut untuk menghubungi eks Siswa SMA Wira Bhakti melalui Instagram.

"Kebetulan eks siswa ini sedang aktif Instagram juga, cuman posisi dia bersama ayahnya tidak berada di rumah, tapi di rumah itu ada saudara mereka," jelasnya. 

"Para siswa ini tetap melanjutkan perjalanan walaupun pemilik rumah tidak di tempat, mereka lalu pesan tiga Maxim car dari hp yang dipinjam tadi, dan menuju ke rumah mantan siswa di sekolah itu," tuturnya.

30 siswa itu menempuh perjalanan dari Bone Bolango menuju Kota Gorontalo sekitar 14 kilometer.

"Sampai ditujuan, rumah itu terkunci, karena mungkin mereka tidak enak membangunkan, jadi mereka tidur di teras, pas pagi saudara pemilik rumah kaget," ucapnya.

"Kaget karena sudah siswa banyak siswa di situ, alhamdulillah pemilik rumah langsung kasih makan ke mereka," tambahnya.

Pemilik Rumah, Rusdianto membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan sebanyak 30 siswa sejak Jumat dini hari sudah berada di rumahnya.

"Betul, sudah dari jam 3 subuh mereka di situ, saya dikasih tahu tetangga saat pagi hari ada dua orang di teras rumah, ternyata temannya lain ada di masjid," kata Rusdianto kepada TribunGorontalo.com melalui sambungan telepon, Minggu (12/5/2024) siang.

Rusdianto menjelaskan bahwa anaknya pernah bersekolah di SMA Terpadu Wira Bhakti Gorontalo, sehingga memiliki hubungan pertemanan dengan salah satu siswa yang kabur.

"Mereka menghubungi anak saya, karena temannya anak saya ini dulu sering tidur di rumah," jelasnya.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved