SMA Wira Bhakti Gorontalo
SMA Wira Bhakti Gorontalo Minta Keterangan 30 Siswa Korban Bully Senior
Sekolah Menengah Atas (SMA) Terpadu Wira Bhakti Gorontalo meminta keterangan 30 siswa yang sempat kabur karena diduga tidak kuat dengan bully seniorny
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Ponge Aldi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Tampak-Pintu-Gerbang-SMA-Wira-Bhakti-Gorontalo-tertutup-fff.jpg)
"Para siswa itu kabur lewat selokan besar, tinggi airnya sekitar selutut, mereka melewati seperti rawa-rawa begitu dan tembus ke arah sawah dan jalan," ungkapnya kepada wartawan, Minggu (12/5/2024).
Setelah berada di area jalan, puluhan siswa berusaha mencari pertolongan dengan meminjam handphone warga.
Bahkan tiga orang siswa lainnya sempat terpisah dari rombongan siswa lainnya, bahkan hampir diganggu oleh preman di area itu.
Beruntungnya ketiga siswa itu bertemu kembali dengan rombongan di salah satu kantor desa di Bone Bolango.
"Mereka ketemu seorang kakek dan meminjam hp-nya, tapi hp kakek itu tidak bisa digunakan untuk download aplikasi Instagram. Akhirnya kakek mengajak mereka ke rumahnya dan meminjamkan hp anaknya," paparnya.
Akhirnya para siswa ini mengunakan hp tersebut untuk menghubungi eks Siswa SMA Wira Bhakti melalui Instagram.
"Kebetulan eks siswa ini sedang aktif Instagram juga, cuman posisi dia bersama ayahnya tidak berada di rumah, tapi di rumah itu ada saudara mereka," jelasnya.
"Para siswa ini tetap melanjutkan perjalanan walaupun pemilik rumah tidak di tempat, mereka lalu pesan tiga Maxim car dari hp yang dipinjam tadi, dan menuju ke rumah mantan siswa di sekolah itu," tuturnya.
30 siswa itu menempuh perjalanan dari Bone Bolango menuju Kota Gorontalo sekitar 14 kilometer.
"Sampai ditujuan, rumah itu terkunci, karena mungkin mereka tidak enak membangunkan, jadi mereka tidur di teras, pas pagi saudara pemilik rumah kaget," ucapnya.
"Kaget karena sudah siswa banyak siswa di situ, alhamdulillah pemilik rumah langsung kasih makan ke mereka," tambahnya.
Pemilik Rumah, Rusdianto membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan sebanyak 30 siswa sejak Jumat dini hari sudah berada di rumahnya.
"Betul, sudah dari jam 3 subuh mereka di situ, saya dikasih tahu tetangga saat pagi hari ada dua orang di teras rumah, ternyata temannya lain ada di masjid," kata Rusdianto kepada TribunGorontalo.com melalui sambungan telepon, Minggu (12/5/2024) siang.
Rusdianto menjelaskan bahwa anaknya pernah bersekolah di SMA Terpadu Wira Bhakti Gorontalo, sehingga memiliki hubungan pertemanan dengan salah satu siswa yang kabur.
"Mereka menghubungi anak saya, karena temannya anak saya ini dulu sering tidur di rumah," jelasnya.
| Respons Polres Bone Bolango soal Kasus Perundungan di SMA Wira Bhakti Gorontalo |
|
|---|
| Viral Dugaan Bullying di SMA Wira Bhakti Gorontalo, 3 Permintaan Siswa Disetujui Pihak Sekolah |
|
|---|
| Tanggapan Orangtua Siswa SMA Wira Bhakti Gorontalo yang Diduga Di-bully Senior |
|
|---|
| Soal Perundungan di SMA Wira Bhakti Gorontalo, Pemerhati Singgung soal Peran Ortu dan Mental Anak |
|
|---|
| Ombudsman RI Gorontalo Usut Kasus Dugaan Perundungan Siswa SMA Wira Bhakti |
|
|---|