Polisi Aniaya Nakes
Ini Identitas Polisi yang Diduga Menganiaya Nakes Puskesmas Paguyaman Gorontalo
Ia merupakan polisi berpangkat Brigadir Polisi Dua atau disingkat Bripda. Ini merupakan pangkat terbawah di kelas Bintara.
Penulis: Nawir Islim | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/ILUSTRASI-seorang-polisi___.jpg)
Saat ini terjadi aksi saling lapor antara nakes dan anggota polisi itu. Sebab, sama-sama menurutnya mengalami luka.
" Perlu diketahui bahwa selain pelaporan dari korban, pihak dari oknum pelaku polisi juga membuat laporan tentang pengeroyokan yang dilakukan warga," tandasnya.
Terakhir Darlis menjelaskan kondisi dari korban serta oknum polisi.
"Oknum pelaku sedang dirawat di Rumah Sakit Tani dan Nelayan (RSTN) Boalemo, karena juga babak belur," tutupnya (*)
Konfirmasi Kepala Puskesmas Paguyaman
Saat dikonfirmasi, Kepala Puskesmas Paguyaman Zulha J.A Pakai membenarkan kejadian pada Rabu (17/4/2024) malam itu.
“Iya benar ada penganiayaan terhadap nakes Paguyaman,” ungkapannya, Kamis (18/4/2024).
Kata Zulha, ia tak berada di lokasi saat kejadian itu. Namun dari informasi yang ia tahu, kejadian itu sekitar pukul 19.00 Wita.
“Saat itu saya baru selesai salat Magrib. Lagi istirahat dan cek-cek HP, ternyata ada ribut-ribut terkait penganiayaan itu,” ungkapnya via telepon.
Zulha tidak mengenal dekat pelaku penganiayaan tersebut, namun ia membenarkan jika ia seorang polisi berinisial D.
Sementara korban bernama Taufik Nur dan merupakan nakes Gizi.
Belum diketahui persis apa masalahnya, namun menurut Zulha gara-gara wanita.
Kapus yang sudah bertugas sejak 2021 di Puskesmas Paguyaman itu membeberkan jika masalah penganiayaan itu menyangkut wanita.
Sebagai pimpinan di puskes tersebut, Zulha tak terima dan melapor ke Polsek Paguyaman.
“Namun karena melibatkan oknum polisi, kita diminta melapor ke Polres,” kata Zulha. (*)