Minggu, 29 Maret 2026

KULTUM MILENNIAL

Kultum Milenial tentang Keajaiban Puasa oleh Zulfachry F Mohiddin Mahasiswa IAIN Gorontalo

Agama Islam merupakan agama yang telah sempurna. Baik dari segi syariat salat, syariat sedekah, maupun syariat puasa, semuanya telah

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Agama Islam merupakan agama yang telah sempurna. Baik dari segi syariat salat, syariat sedekah, maupun syariat puasa, semuanya telah diatur dengan sempurna. 

Oleh karena itu, seharusnya tidak ada lagi yang perlu kita permasalahkan atau perdebatkan dalam syariat yang telah ditetapkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Namun pada kenyataannya, terutama ketika kita melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan, masih ada sebagian orang yang berkeluh kesah. 

Bahkan ada yang beranggapan bahwa puasa di bulan Ramadan seolah-olah menjadi bentuk penindasan, karena kita dilarang makan dan minum dalam waktu tertentu. 

Anggapan seperti ini tentu merupakan anggapan yang keliru, bahkan salah besar.

Baca juga: Gubernur Gusnar Ismail Hadiri Pelantikan Pengurus DPW PPP Gorontalo

Sejatinya, ibadah puasa di bulan Ramadan memiliki banyak keutamaan dan manfaat. 

Manfaat tersebut tidak hanya akan kita rasakan di akhirat kelak, tetapi juga bisa kita rasakan ketika kita hidup di dunia.

Salah satu manfaat puasa adalah untuk kesehatan tubuh. Dalam beberapa penelitian dijelaskan bahwa ketika seseorang berpuasa, terdapat beberapa fase perubahan yang terjadi di dalam tubuh manusia.

Fase pertama adalah fase restriksi gula darah, yang biasanya terjadi pada hari pertama sampai hari kedua puasa. 

Fase ini merupakan proses pengontrolan gula darah secara alami di dalam tubuh. 

Jika kita melihat kenyataan di sekitar kita, banyak orang yang mengalami masalah kesehatan karena tidak mampu mengontrol gula darah dengan baik. 

Hal ini sering menimbulkan berbagai penyakit, salah satunya diabetes. 

Oleh karena itu, puasa dapat menjadi salah satu cara alami untuk membantu mengontrol gula darah dalam tubuh.

Fase kedua adalah fase aktivasi metabolisme lemak, yang biasanya terjadi pada hari ketiga sampai hari ketujuh puasa. 

Pada fase ini tubuh mulai menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved