Polisi Aniaya Nakes
Ini Identitas Polisi yang Diduga Menganiaya Nakes Puskesmas Paguyaman Gorontalo
Ia merupakan polisi berpangkat Brigadir Polisi Dua atau disingkat Bripda. Ini merupakan pangkat terbawah di kelas Bintara.
Penulis: Nawir Islim | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/ILUSTRASI-seorang-polisi___.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Polres Boalemo membenarkan anggota polisi terlibat penganiayaan tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Paguyaman pada Rabu malam (17/4/2024).
AKP Darlis Sitinjak, Humas Polres Boalemo mengungkapkan bahwa anggota Polda Gorontalo itu yakni Dandi Rahman Due.
Ia merupakan polisi berpangkat Brigadir Polisi Dua atau disingkat Bripda. Ini merupakan pangkat terbawah di kelas Bintara.
Dari hasil penelusuran sementara di lokasi, kata Darlis bahwa kejadian itu memang benar terkait dengan wanita.
Baca juga: KPU Gorontalo Buka Sayembara Desain Maskot Pilkada 2024 Berhadiah Rp 15 Juta, Simak Persyaratannya
Menurutnya, Dandi berpacaran dengan nakes spesialis bidan di Puskesmas Paguyaman.
Kebetulan, sang bidan ini juga rekan kerja korban bernama Taufik Nur tersebut.
Meski tidak membeberkan secara detil pemicu penganiayaan, namun kata Darlis bahwa ada motif cemburu.
"Menurut pelaporan sementara, kasus ini buntut dari seorang wanita yang di duga menjalin hubungan dengan salah satu nakes atau si Taufik Nur ini," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Kamis (18/4/2024).
Darlis menambahkan, kejadian berlangsung pada pukul 18.10 Wita, Rabu 17 april 2024.
Tempat Kejadian Perkara (TKP) tepatnya terjadi di gedung Puskesmas lama yang kini difungsikan semagai tempat tinggal nakes dari luar daerah.
"Posisi Taufik saat itu sedang tidur di asrama puskesman lama paguyaman dan terjadi penganiayaan yang dilakukan oleh anggota kami tersebut," ucapnya.
Baca juga: Cemburu Pacarnya Bidan Di-chat Nakes Gizi, Seorang Polisi Mengamuk di Puskesmas Paguyaman Gorontalo
Namun bukan tanpa perlawanan. Sebab, menurut Darlis sang nakes pun ikut melawan gara-gara mendapat pukulan dari anggota polisi tersebut.
"Keduanya saling bertumbuk (bergelut) hingga keluar kamar. Di luar kamar sudah banyak orang yang menghakimi anggota kami karena dikira pencuri, selepasnya si anggota ini berteriak bahwa dia anggota," ucapnya.
Darlis mengungkapkan juga, bahwa pihak Polres Boalemo sedang mengumpulkan saksi untuk penjelasan selengkapnya.
"Saat ini pihak Polres Boalemo sedang mendalami kasus ini," tegas dia.
Saat ini terjadi aksi saling lapor antara nakes dan anggota polisi itu. Sebab, sama-sama menurutnya mengalami luka.
" Perlu diketahui bahwa selain pelaporan dari korban, pihak dari oknum pelaku polisi juga membuat laporan tentang pengeroyokan yang dilakukan warga," tandasnya.
Terakhir Darlis menjelaskan kondisi dari korban serta oknum polisi.
"Oknum pelaku sedang dirawat di Rumah Sakit Tani dan Nelayan (RSTN) Boalemo, karena juga babak belur," tutupnya (*)
Konfirmasi Kepala Puskesmas Paguyaman
Saat dikonfirmasi, Kepala Puskesmas Paguyaman Zulha J.A Pakai membenarkan kejadian pada Rabu (17/4/2024) malam itu.
“Iya benar ada penganiayaan terhadap nakes Paguyaman,” ungkapannya, Kamis (18/4/2024).
Kata Zulha, ia tak berada di lokasi saat kejadian itu. Namun dari informasi yang ia tahu, kejadian itu sekitar pukul 19.00 Wita.
“Saat itu saya baru selesai salat Magrib. Lagi istirahat dan cek-cek HP, ternyata ada ribut-ribut terkait penganiayaan itu,” ungkapnya via telepon.
Zulha tidak mengenal dekat pelaku penganiayaan tersebut, namun ia membenarkan jika ia seorang polisi berinisial D.
Sementara korban bernama Taufik Nur dan merupakan nakes Gizi.
Belum diketahui persis apa masalahnya, namun menurut Zulha gara-gara wanita.
Kapus yang sudah bertugas sejak 2021 di Puskesmas Paguyaman itu membeberkan jika masalah penganiayaan itu menyangkut wanita.
Sebagai pimpinan di puskes tersebut, Zulha tak terima dan melapor ke Polsek Paguyaman.
“Namun karena melibatkan oknum polisi, kita diminta melapor ke Polres,” kata Zulha. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.