Polisi Aniaya Nakes
BREAKING NEWS: Nakes Paguyaman Gorontalo Babak Belur Dianiaya Seorang Polisi
Adapun penganiayaan ini terjadi di puskesmas tempat Upik bekerja, Jl Trans Sulawesi, Molombulahe, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Gorontalo.
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Taufik-Nur-pasca-dianiaya-diduga-seorang-anggota-polisi.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Boalemo -- Tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Paguyaman dianiaya seorang personel polisi.
Nakes bertubuh kekar itu seperti foto yang diterima TribunGorontalo.com, Kamis (18/4/2024), babak belur akibat penganiayaan tersebut.
Wajahnya berdarah, serta tampak hidungnya seperti bengkok. Diduga ia mengalami patah hidung.
Adapun penganiayaan ini terjadi di puskesmas tempat nakes itu bekerja, Jl Trans Sulawesi, Molombulahe, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, pada Rabu (17/4/2024).
Baca juga: Ini Identitas Polisi yang Diduga Menganiaya Nakes Puskesmas Paguyaman Gorontalo
Tepatnya, tempat kejadian perkara (TKP) adalah gedung lama puskesmas yang kini digunakan oleh para nakes beristrirahat.
Saat dikonfirmasi, Kepala Puskesmas Paguyaman Zulha J.A Pakai membenarkan kejadian pada Rabu (17/4/2024) malam itu.
“Iya benar ada penganiayaan terhadap nakes Paguyaman,” ungkapannya, Kamis (18/4/2024).
Kata Zulha, ia tak berada di lokasi saat kejadian itu. Namun dari informasi yang ia tahu, kejadian itu sekitar pukul 19.00 Wita.
“Saat itu saya baru selesai salat Magrib. Lagi istirahat dan cek-cek HP, ternyata ada ribut-ribut terkait penganiayaan itu,” ungkapnya via telepon.
Zulha tidak mengenal dekat pelaku penganiayaan tersebut, namun ia membenarkan jika ia seorang polisi berinisial D.
Baca juga: Cemburu Pacarnya Bidan Di-chat Nakes Gizi, Seorang Polisi Mengamuk di Puskesmas Paguyaman Gorontalo
Sementara korban bernama Taufik Nur dan merupakan nakes Gizi.
Belum diketahui persis apa masalahnya, namun menurut Zulha gara-gara wanita.
Kapus yang sudah bertugas sejak 2021 di Puskesmas Paguyaman itu membeberkan jika masalah penganiayaan itu menyangkut wanita.
Sebagai pimpinan di puskes tersebut, Zulha tak terima dan melapor ke Polsek Paguyaman.
“Namun karena melibatkan oknum polisi, kita diminta melapor ke Polres,” kata Zulha.