Kamis, 5 Maret 2026

Polisi Aniaya Nakes

BREAKING NEWS: Nakes Paguyaman Gorontalo Babak Belur Dianiaya Seorang Polisi

Adapun penganiayaan ini terjadi di puskesmas tempat Upik bekerja, Jl Trans Sulawesi, Molombulahe, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Gorontalo.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto BREAKING NEWS: Nakes Paguyaman Gorontalo Babak Belur Dianiaya Seorang Polisi
TribunGorontalo.com
Taufik Nur pasca dianiaya diduga seorang anggota polisi. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Boalemo -- Tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Paguyaman dianiaya seorang personel polisi. 

Nakes bertubuh kekar itu seperti foto yang diterima TribunGorontalo.com, Kamis (18/4/2024), babak belur akibat penganiayaan tersebut. 

Wajahnya berdarah, serta tampak hidungnya seperti bengkok. Diduga ia mengalami patah hidung. 

Adapun penganiayaan ini terjadi di puskesmas tempat nakes itu bekerja, Jl Trans Sulawesi, Molombulahe, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, pada Rabu (17/4/2024).

Baca juga: Ini Identitas Polisi yang Diduga Menganiaya Nakes Puskesmas Paguyaman Gorontalo

Tepatnya, tempat kejadian perkara (TKP) adalah gedung lama puskesmas yang kini digunakan oleh para nakes beristrirahat. 

Saat dikonfirmasi,  Kepala Puskesmas Paguyaman Zulha J.A Pakai membenarkan kejadian pada Rabu (17/4/2024) malam itu. 

“Iya benar ada penganiayaan terhadap nakes Paguyaman,” ungkapannya, Kamis (18/4/2024). 

Kata Zulha, ia tak berada di lokasi saat kejadian itu. Namun dari informasi yang ia tahu, kejadian itu sekitar pukul 19.00 Wita. 

“Saat itu saya baru selesai salat Magrib. Lagi istirahat dan cek-cek HP, ternyata ada ribut-ribut terkait penganiayaan itu,” ungkapnya via telepon. 

Zulha tidak mengenal dekat pelaku penganiayaan tersebut, namun ia membenarkan jika ia seorang polisi berinisial D. 

Baca juga: Cemburu Pacarnya Bidan Di-chat Nakes Gizi, Seorang Polisi Mengamuk di Puskesmas Paguyaman Gorontalo

Sementara korban bernama  Taufik Nur dan merupakan nakes Gizi. 

Belum diketahui persis apa masalahnya, namun menurut Zulha gara-gara wanita. 

Kapus yang sudah bertugas sejak 2021 di Puskesmas Paguyaman itu membeberkan jika masalah penganiayaan itu menyangkut wanita. 

Sebagai pimpinan di puskes tersebut, Zulha tak terima dan melapor ke Polsek Paguyaman. 

“Namun karena melibatkan oknum polisi, kita diminta melapor ke Polres,” kata Zulha. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved