Selasa, 10 Maret 2026

Polisi Aniaya Nakes

Cemburu Pacarnya Bidan Di-chat Nakes Gizi, Seorang Polisi Mengamuk di Puskesmas Paguyaman Gorontalo

Diduga, aksi brutal ini dipicu oleh rasa cemburu karena sang polisi mengetahui bahwa pacarnya, seorang bidan di Puskesmas Paguyaman yang sama, sering

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Cemburu Pacarnya Bidan Di-chat Nakes Gizi, Seorang Polisi Mengamuk di Puskesmas Paguyaman Gorontalo
Kolase TribunGorontalo.com
Polisi cemburu pacarnya yang bidan digoda nakes gizi. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Seorang oknum polisi di Gorontalo mengamuk dan melakukan penganiayaan terhadap seorang nakes gizi Puskesmas Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo. 

Nakes tersebut bernama Taufik Nur atau Upik asal Limboto, Kabupaten Gorontalo. 

Sedangkan terduga pelaku yang merupakan seorang personel polisi berinisial D. 

Diduga, aksi brutal ini dipicu oleh rasa cemburu karena sang polisi mengetahui bahwa pacarnya, seorang bidan di Puskesmas Paguyaman yang sama, sering berkomunikasi dengan nakes gizi tersebut.

Baca juga: BREAKING NEWS: Nakes Paguyaman Gorontalo Babak Belur Dianiaya Seorang Polisi

Adapun penganiayaan ini terjadi di puskesmas tempat nakes itu bekerja, Jl Trans Sulawesi, Molombulahe, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, pada Rabu (17/4/2024).

Tepatnya, tempat kejadian perkara (TKP) adalah gedung lama puskesmas yang kini digunakan oleh para nakes beristrirahat. 

Nakes gizi tersebut mengalami luka-luka akibat penganiayaan. Ia kemudian melaporkan kejadian ini ke pihak berwenang.

Kepala Puskesmas Paguyaman Zulha J.A Pakai saat dikonfirmasi pada Kamis (18/4/2024) menjelaskan, jika memang penganiayaan dipicu oleh masalah pacar. 

Kata Zulha, pacar polisi berinisial D itu memang bekerja di Puskesmas Paguyaman, sehingga menjadi rekan kerja korban. 

Secara detil Zulha tak mengetahui pokok masalahnya, namun diduga anggota polisi ini cemburu kedekatan antara pacarnya dan Upik. 

Baca juga: Tak Ada Pacuan Kuda di Lebaran Ketupat Gorontalo 2024, Gubernur Minta Tahun Depan Didanai Dispar

Kata Zulha, ia tak berada di lokasi saat kejadian itu. Namun dari informasi yang ia tahu, kejadian itu sekitar pukul 19.00 Wita. 

“Saat itu saya baru selesai salat Magrib. Lagi istirahat dan cek-cek HP, ternyata ada ribut-ribut terkait penganiayaan itu,” ungkapnya via telepon. 

Sebagai pimpinan di puskes tersebut, Zulha tak terima dan melapor ke Polsek Paguyaman. 

“Namun karena melibatkan oknum polisi, kita diminta melapor ke Polres,” kata Zulha.

Ia pun mengecam perbuatan anggota polisi itu. Meminta agar proses hukum dijalankan agar sang pelaku bisa dihukum sesuai aturan berlaku. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved