Jumat, 6 Maret 2026

Pemprov Gorontalo

Tak Ada Pacuan Kuda di Lebaran Ketupat Gorontalo 2024, Gubernur Minta Tahun Depan Didanai Dispar

Penjabat Gubernur Gorontalo, Hamzah Ismail, meminta Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo untuk membantu mendanai tradisi tahunan tersebut.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Tak Ada Pacuan Kuda di Lebaran Ketupat Gorontalo 2024, Gubernur Minta Tahun Depan Didanai Dispar
Mila/pemprov
Penjabat Gubernur Gorontalo saat memukul beduk sebagai tanda untuk masyarakat kampung jawa di Yosonegoro sudah bisa menjamu tamu di hari lebaran ketupat, Rabu (17/4/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Tradisi pacuan kuda yang selalu memeriahkan Hari Raya Ketupat di Desa Yosonegoro, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, terancam terhenti tahun ini. Hal ini dikarenakan minimnya persiapan dan sponsor.

Penjabat Gubernur Gorontalo, Hamzah Ismail, meminta Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo untuk membantu mendanai tradisi tahunan tersebut.

Menurutnya, pacuan kuda memiliki nilai pariwisata dan menjadi ciri khas tersendiri bagi masyarakat Yosonegoro di hari lebaran ketupat.

"Saya sampaikan kepada Kadis Pariwisata Provinsi dan Sekda untuk membantu membiayai pacuan kuda di Yosonegoro. Nanti akan dikoordinasikan dengan tokoh-tokoh masyarakat di sana," ujar Ismail saat memberikan sambutan pada gelar doa Ba'do Ketupat di Masjid Al Muttaqin, Rabu (17/4/2024).

Baca juga: Ratusan Warga Meriahkan Lomba Gebyar Ketupat di Desa Sejatera Bone Bolango Gorontalo

Kepala Desa Yosonegoro, Isa Amir Hanafi, mengungkapkan bahwa tahun ini pacuan kuda tidak digelar karena panitia terlambat mengajukan perizinan dan tidak adanya sponsor.

Ia berharap tradisi ini dapat kembali digelar tahun depan dengan bantuan dari pemerintah provinsi.

"Dulu memang disponsori oleh Dinas Pariwisata, namun tahun ini panitia terlambat mengurus perizinan. Kita berharap tradisi ini bisa kembali dilaksanakan lagi pada tahun depan," ungkap Isa.

Tradisi pacuan kuda di Yosonegoro tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat setempat, tetapi juga berpotensi untuk menarik wisatawan.

Dengan bantuan dari pemerintah provinsi, diharapkan tradisi ini dapat terus lestari dan menjadi daya tarik wisata di Gorontalo.

Kepala Desa Yosonegoro, Kabupaten Gorontalo, Isa Amir Hanafi mengakui pacuan kuda tak digelar karena kurangnya persiapan. 

Pihak panitia penyelenggara terlambat mengajukan perizinan dan dibatasi dengan tak adanya sponsor.

Baca juga: Ratusan Warga Serbu Makanan di Acara Gebyar Smart Semarak Ketupat Pemkot Gorontalo

“Dulu memang disponsori oleh dinas pariwisata namun tahun ini panitia kita juga terlambat mengurusi perizinan, sehingga, belum digelar," ungkap Isa saat mendampingi Penjagub Gorontalo, Ismail Pakaya di gelar doa Ba’do Ketupat di Masjid Al Muttaqin, Rabu (17/4/2024).

Warga Desa Yosonegoro kata Isa, sangat berharap lomba pacuan kuda yang telah menjadi tradisi di lebaran ketupat Gorontalo itu bisa dilaksanakan kembali.

Karena keterbatasan dana dan terlambatnya perizinan, warga Desa Yosonegoro yang biasa menggelar tradisi tersebut, meminta dukungan ke pihak pemerintah.
 
Hal itupun tersampaikan di telinga Pj Gubernur Gorontalo Ismail Pakaya. Ia langsung menyampaikan ke Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo untuk mendukung tradisi tersebut.

Tak hanya itu, bahkan Pemerintah Kabupaten Gorontalo juga diminta untuk turut andil mengurusi hal tersebut. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved